Ilustrasi mayat. Ilustrasi: Kriminologi.id

Pemudik Tewas di Dalam Bus Saat Dekati Pelabuhan Gilimanuk

Estimasi Baca:
Kamis, 14 Jun 2018 22:05:52 WIB

Kriminologi.id - Seorang pemudik yang berangkat dari Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menuju Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, meninggal dunia saat memasuki Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Pemudik tersebut mendadak pingsan saat mendekati pelabuhan.

Pemudik atas nama Sahwan itu berangkat dari Sumbawa menaiki bus antarkota antarprovinsi.

"Saat mendekati Pelabuhan Gilimanuk mendadak yang bersangkutan pingsan, dan dibawa ke puskesmas terdekat. Namun saat sampai di Puskesmas Gilimanuk, petugas medis menyatakan yang bersangkutan sudah meninggal," kata Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol I Nyoman Subawa di Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis, 14 Juni 2018.

Menurut Subawa, berdasarkan keterangan saksi-saksi, laki-laki berumur 63 tahun tersebut berangkat dari Sumbawa bersama Isnaini, isterinya, dengan naik bus Tiara Mas.

Subawa juga mengatakan, keduanya sudah menjadi warga Sumbawa dengan alamat Dusun Batu Nisung, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa Barat.

"Menurut keterangan isterinya, mereka asal Kabupaten Banyuwangi tapi sudah lama tinggal di Sumbawa Barat. Seperti biasa, saat Lebaran mudik ke kampung halaman," katanya.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk Ajun Komisaris Polisi I Komang Muliyadi menambahkan, dari keterangan saksi-saksi, saat berangkat dari Sumbawa Barat, Sahwan dalam kondisi sehat.

Selama dalam perjalanan, korban juga tidak mengeluh sakit, hanya saat memasuki Kelurahan Gilimanuk yang sudah dekat dengan pelabuhan mendadak tidak sadarkan diri.

"Petugas gabungan yang mendapatkan laporan langsung melakukan pertolongan dengan membawa pemudik ini ke Puskesmas Gilimanuk. Dari keterangan isterinya, suaminya memiliki riwayat darah tinggi serta pernah terkena serangan jantung pada tahun 2016," katanya.

Menurutnya, jenazah Sahwan akan dibawa keluarganya ke Banyuwangi untuk dimakamkan di sana.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500