Screenshoot video para sandera yang diculik di Libia. Foto: @lyobserver/Facebook

Penculikan Insinyur, Korsel Kirim Kapal Perang ke Libya

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 19:05:09 WIB

Kriminologi.id - Otoritas Korea Selatan telah mengirim sebuah kapal perang untuk membantu membebaskan seorang warga Korea Selatan yang diculik di kawasan Libya bersama dengan sedikitnya dua insinyur Filipina. Selain itu Seoul telah mengirim utusan khusus guna membantu proses pembebasan.

Pekan lalu, Korea Selatan menyatakan telah mengirim sebuah kapal perang ke Libya, setelah rekaman para korban penculikan itu beredar di media sosial. Mereka diculik pada 6 Juli di sebuah instalasi air di barat Jabal Hasouna.

Terkait penculikan itu Seoul mengaku belum mengetahui jumlah pasti tawanan dari Filipina dan dalang di balik kelompok penculik tersebut.

Kantor berita Yonhap menyebutkan, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha telah mengirim diplomat Baik Joo-hyeon ke Libya, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 8 Agustus 2018.

Selain itu, pihak Korsel bersama pemerintah Libya telah meminta jasa konsultan manajemen risiko untuk membantu menemukan para sandera.

"Hasil analisis itu digunakan untuk upaya pembebasan mereka," kata seorang pejabat pemerintah. 

Dalam upaya pembebasan sandra tersebut, Korsel juga menjalin komunikasi dengan Filipina untuk berkoordinasi dengan pemerintah Libya dalam penyelamatan para insinyur Filipina.

"Kami telah membentuk tim anggota kabinet tingkat tinggi untuk berurusan dengan pemerintah Libya dan membantu upaya pembebasan," kata juru bicara kepresidenan Filipina Harry Roque, Selasa, 7 Agustus 2018.

Satuan tugas itu terdiri dari Menteri Luar Negeri Alan Peter Cayetano, Menteri Tenaga Kerja Silvestre Bello III, Penasihat Presiden untuk hubungan luar negeri dan urusan Islam Abdullah Mamao, dan Kepala Otoritas Keamanan Mindanao Abul Khayr Alonto. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500