Suasana saat sidang vonis Ryan Helmi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Pengacara Dokter Ryan Helmi: Vonis Hakim Tidak Sesuai Fakta Sidang

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 22:45:09 WIB

Kriminologi.id - Pengacara dokter Ryan Helmi, Muhammad Rivai menilai vonis hukuman mati yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur tidak sesuai dengan fakta yang ada. Selama persidangan, menurut dia, tidak ada bukti yang mengaitkan adanya pembunuhan berencana yang dilakukan Ryan Helmi.

"Tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana sehingga kami meminta 15 tahun penjara, makanya kami piki-pikir dahulu (untuk banding)," katanya di PN Jakarta Timur, Selasa, 7 Agustus 2018.

Terkait dengan kepemilikan senjata api jenis cobra yang dibeli Ryan Helmi Rp 21 juta secara online, Rivai mengaku,  bukan untuk membunuh melainkan untuk latihan menembak. Atas dasar itulah, ia menyebut putusan hakim tidak sesuai dengan fakta-fakta hukum.

"Sejak awal kepemilikan senjata api untuk sekadar latihan bukan untuk membunuh dan itu terbukti di pengadilan, tapi kebalikan menjadi pertimbangan hukum. Hukuman seumur hidup tidak sesuai dengan fakta-fakta hukum," ujarnya.

Kendati begitu, Rivai mengatakan, pihaknya bersyukur kliennya terbebas dari hukuman mati, yang merupakan  tuntutan Tim JPU. "Sedangkan apa yang kami inginkan untuk menghindari hukuman mati tercapai jadi kami bersyukur juga," katanya. 

Pembunuhan yang dilakukan Ryan Helmi terhadap istrinya, dokter Letty Sultri terjadi pada 9 November 2017. Ryan Helmi menembak mati istrinya di tempat kerjanya di Klinik Azzahra, Cawang, Jakarta Timur dengan enam tembakan.

Sebelum menembak mati istrinya, ia terlebih dahulu melakukan persiapan dengan membeli senjata api dari seseorang di Facebook, dan berlatih menembak botol.

Saat hari pembunuhan, Ryan Helmi berangkat dari kawasan Pondok Ungu, Kota Bekasi dengan menggunakan ojek online. Di tengah perjalanan, ia berhenti di sebuah warung di daerah Kantor Wali Kota Jakarta Timur untuk mengisi senjata apinya dengan peluru.

Tiba di klinik tempat istrinya bekerja, Ryan Helmi langsung masuk ke dalam. Sebelum aksi penembakan, keduanya terlibat cekcok mulut hingga akhirnya Ryan Helmi menembak mati istrinya.

Usai menembak mati istrinya, Ryan Helmi lalu menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya bersama pengemudi ojek online yang mengantarnya.

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500