Pengadilan Kandaskan Gugatan Ganti Rugi Tanah di Proyek Kereta Cepat

Estimasi Baca :

Kereta Cepat. Foto: Pixabay.com - Kriminologi.id
Kereta Cepat. Foto: Pixabay.com

Kriminologi.id - Jaksa Pengacara Negara (JPN) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Karawang memenangkan gugatan lima perusahaan terkait pembebasan lahan pembangunan mega proyek kereta cepat Bandung-Jakarta. Putusan tersebut diambil di Pengadilan Negeri Karawang.

"Tentunya kita mengapresiasi atas putusan ini," kata anggota JPN yang juga Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasidatun) Kejari Karawang Lia Pratiwi, Kamis, 12 Juli 2018 malam.

Ditolaknya permohonan keberatan ganti rugi itu, kata Lia, berdampak bagi kelanjutan dan percepatan pembangunan jalur kereta cepat yang merupakan program nasional.

Dasar dimenangkannya gugatan, proyek tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

"Itu merupakan proyek strategis nasional," kata Lia.

Ia mengatakan, terkait dengan penilaian ganti kerugian atas mega proyek kereta cepat yang menghubungkan dua kota besar ini, menurutnya telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Kelima perusahaan itu yakni PT Gajah Tunggal, PT Karawang Cipta Persada, PT Perusahaan Industri, PT Batuah Bauntung Karawang Primaland, PT Pertiwi Lestari. Kelimanya menggugat PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Karawang, gubernur Jawa Barat, Menteri Perhubungan, dan kantor jasa penilai publik.

Berdasarkan data yang kriminologi.id himpun, sejak Mei lalu, lima perusahaan telah mendaftarkan enam gugatan terkait pembebasan lahan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Pengadilan Negeri Karawang. Total nilai ganti rugi dari seluruh gugatan ini mencapai Rp 2,029 triliun.

Nilai gugatan dari kelima perusahaan tersebut, yakni untuk PT Gajah Tunggal, Tbk menuntut ganti rugi senilai Rp 114,511 miliar, PT Karawang Cipta Persada dengan nilai ganti rugi Rp 648,453 miliar dan nilai gugatan Rp 20,197 miliar, PT Perusahaan Industri Ceres senilai Rp 626,535 miliar, PT Batuah Bauntung Karawang Primaland menggugat Rp 37,864 miliar, dan PT Pertiwi Lestari nilai gugatannya Rp 581,956 miliar.

Meski ada gugatan dari berbagai perusahaan terkait pembangunan mega proyek kereta api cepat ini, Komisaris Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) sekaligus Chairman PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) Sahala Lumban Gaol menilai gugatan-gugatan tersebut tak menganggu perkembangan proyek.

Saat ini, pembangunan mega proyek ini sudah memasuki tahap konstruksi mencapai 5 persen. Sementara pembebasan lahannya telah mencapai 73%. Dari prosentasi tersebut, sebanyak 60% lahan terbebas telah diserahkan kepada kontraktor untuk segera dilakukan konstruksi. Total lahan yang harus dibebaskan sendiri ada sepanjang 143 km.  NL

Baca Selengkapnya

Home Hard News Umum Pengadilan Kandaskan Gugatan Ganti Rugi Tanah di Proyek Kereta Cepat

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu