Mobil korban penembakan di jalan Pasteur kota Bandung. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Pengakuan Ayah Korban Penembakan di Tol Pasteur, Hani Tak Punya Musuh

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 14:10:31 WIB

Kriminologi.id - Remaja perempuan bernama Hani Nurafiyah (21) menjadi korban penembakan orang tak dikenal pada Jumat, 31 Agustus 2018 dinihari.

Penembakan yang menimpa wanita berusia 21 tahun itu tentu mengagetkan pihak keluarga, terutama ayah kandung korban bernama Asep Hermawan. Menurut ayahnya, Hani selama ini tak punya musuh.

Asep Hermawan mengatakan, dirinya mengetahui anaknya menjadi korban penembakan setelah diberi informasi oleh teman anaknya melalui sambungan telepon. Saat itu, temannya mengatakan Hani mengalami kecelakaan. 

"Saya ditelepon itu Jumat subuh (31/8/2018) kalau Hani kecelakaan. Saya langsung ke Bandung kaget mendengar pernyataan dokter kalau Hani jadi korban penembakan,” kata Asep Hermawan saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, pada Senin, 3 September 2018. 

Terkait anaknya menjadi korban penembakan, Asep mengaku kaget. Pasalnya, selama ini Hani tak mempunyai musuh. Menurutnya, anaknya selama ini biasa-biasa saja selama bergaul. Tak memiliki masalah dengan orang lain.

"Anak saya orang biasa, dan tak tahu apa-apa juga. Makanya saya berharap polisi bisa mengungkap pelaku penembakan terhadap anak saya," ujarnya.

Asep berharap anaknya segera sembuh dan kembali aktivitas. "Saya meminta keadilan atas anak saya ini, siapa pelakunya dan motifnya apa,” ujarnya

Lebih lanjut Asep mengatakan, dirinya sama sekali tak memiliki firasat buruk soal kejadian yang menimpa anaknya itu. Hanya, Asep sempat bertanya kepada istrinya mengenai keberadaan Hani yang ketika itu tidak berada di rumah. 

"Anehnya jam 3 belum pulang, dan saya sempat ngobrol sama ibunya Hani kemana," tuturnya.

Saat ini, Hani masih menjalani perawatan di Ruang ICU RS Hasan Sadikin Bandung. Kondisi terakhir Hani disebut akan dipindahkan ke ruang Hi Care Unit.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hasan Sadikin, dr Dodi Tavianto, menjelaskan bahwa kondisi korban saat ini sudah dilepas ventilatornya.

Di ruang Hi Care Unit, kata Dodi, Hani akan diberi obat-obatan untuk penyembuhan kondisi lukanya.

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500