Tersangka pembegalan mahasiswi di Bandung bernama Shanda Puti. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Pengakuan Begal Shanda Puti, Uang Penjualan Ponsel untuk Nongkrong

Estimasi Baca:
Rabu, 5 Sep 2018 18:55:35 WIB

Kriminologi.id - Telepon seluler milik Shanda Puti, mahasiswa yang menjadi korban begal hingga tewas di Jalan Pasupati, Bandung, ternyata dijual oleh pelaku ke gerai ponsel. Uang hasil penjualan yang hanya berjumlah ratusan ribu rupiah digunakan pelaku untuk nongkrong bersama teman-temannya. 

“Kalau ponsel hasil rampasan biasanya saya jual di sekitar rumah. Kadang laku Rp 500 sampai Rp 600 ribu. Uangnya untuk hidup dan main dengan teman teman. Misalnya untuk makan, nongkrong sama teman-teman. Itu saja,” kata salah satu pelaku bernama Yonas Aditya saat ditemui Kriminologi.id di RS Sartika Asih Bandung, Jawa Barat, Rabu, 5 September 2018.

Pria berusia 26 tahun itu mengaku, dirinya baru dua kali melakukan aksi kejahatan pembegalan. Itu pun diajak oleh pelaku lain yang juga temannya bernama Aminatus Sholihin. Diketahui rekannya yang akrab disapa Amin itu tewas setelah ditembak polisi. 

“Pertama bulan Juli. Saya lupa tanggalnya. Waktu itu saya beraksi di atas juga. Sekitaran Setiabudi,” ujar Yonas. 

Yonas yang dihadiahi timah panas di kaki kirinya, mengaku hanya berperan mengendarai motor saat melakukan aksi pembegalan. Kata Yonas, selama aksi pembegalan, ia hanya menurut perintah yang dikomandoi oleh Amin.

“Yang saya ikut dua kali. Tugas saya menyetir saja. Menuruti gimana perintah Amin saja,” tuturnya.

Menurut Yonas, selama melakukan aksi pembegalan, selain dijual ke gerai ponsel, dirinya juga terkadang mendapat jatah ponsel. Dengan catatan jika isi dalam tas terdapat dua ponsel milik korban. 

"Misal saya pas ikut sama Amin dapat dua, saya dikasih satu, itu aja paling," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai kondisi korban yang telah meninggal akibat aksi begal yang dilakukannya, Yonas mengaku tidak tahu. Ia hanya mengatakan, pembegalan itu merupakan aksinya yang terakhir kali sebelum dibekuk pada Selasa, 4 September 2018 pada pukul 21.00 WIB. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Shanda dibegal pada Kamis, 30 Agustus 2018 pukul 04.00 WIB di Cikapayang Dago. Shanda dibonceng temannya EA. 

Keduanya baru makan bakso di daerah Cihampelas. Dari penuturan teman Shanda, keduanya sengaja pulang menjelang Subuh untuk menghindari begal. 

Namun saat berada di Jalan Cikapayang, keduanya dipepet pelaku. Salah satu pelaku menarik tas Shanda sehingga mahasiswi tingkat akhir STT Tekstil itu terjatuh dan kepalanya terbentur aspal. EA pun terjatuh dan mengalami memar-memar.

Keduanya ditolong sopir online yang melintas dan dibawa ke RS Borromeus. Nyawa Shanda tertolong. Dia meninggal pukul 00.00 WIB, Jumat, 31 Agustus 2018. Shanda meninggalkan seorang suami dan bayi perempuan berumur satu tahun.

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500