Gedung apartemen tempat prostitusi di Jakarta Utara. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Pengakuan Hotel Cordex: Penangkapan Muncikari Prostitusi Online Hening

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 13:50:28 WIB

Kriminologi.id - Pihak Hotel Cordex mengaku kaget dengan penangkapan muncikari prostitusi online oleh polisi. Penangkapan yang terjadi pada Sabtu, 1 September 2018 malam itu terbilang hening dan tidak ada kegaduhan.

"Saya pas hari Sabtu itu stay di sini (Hotel Cordex) tinggal di sini. Tapi saya enggak tahu ada penangkapan. Saya baru tahu keesokan harinya dari berita yang beredar," ujar Manajer Hotel Cordex, Hendi Gustaman kepada Kriminologi.id, Senin, 3 September 2018.

Melalui pemberitaan tersebut, pihaknya merasa dirugikan karena memperburuk citra dari Hotel Cordex. "Tentu kami sangat dirugikan pak karena nama kami jadi jelek di masyarakat," ucapnya.

Tidak hanya itu, Hendi mengatakan, seharusnya pihak kepolisian berkoordinasi dengannya selaku pihak hotel sebelum melakukan penangkapan. Ia pun menyesalkan pihak kepolisian karena tidak berkoordinasi. 

Ia membantah hotelnya marak prostitusi. Ia juga menolak dikatakan bekerja sama dengan para muncikari prostitusi online sebagai penyedia tempat mesum.

"Kami tidak tahu pihak mucikari itu. Saya justru baru tahu karena penangkapan kemarin. Yang jelas kami sangat menentang adanya kegiatan prostitusi di Hotel Cordex," katanya menegaskan.

Sebelumnya diberitakan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap satu tersangka yakni Lamhari Kurniawan anggota sindikat prostitusi yang menawarkan jasa esek-esek melalui media sosial Facebook.

Untuk menangkap tersangka, polisi berpura-pura sebagai pelanggan dan hendak memakai jasa tersebut.

Dalam kesepakatan dengan tersangka, polisi yang menyamar menyanggupi untuk transfer tanda jadi Rp 500.000 dari tarif Rp 1,5 juta. Setelah mentransfer sejumlah uang yang diminta tersangka, polisi langsung menuju ke Cordex Hotel.

Di kamar bernomor 209 di hotel itu, Alam dan seorang wanita berinisial AB telah menunggu. Tersangka terkejut saat kedatangan para petugas. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya, Alam dibekuk polisi tanpa perlawanan.

Reporter: Walda Marison
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500