Ilustrasi pemerasan/Kriminologi.id

Pengakuan Istri Korban Pemerasan Polisi: Suami Ditodong Senpi di Mobil

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 21:15:37 WIB

Kriminologi.id - Dua polisi yakni Singgih Permana (32) anggota Sat Resnarkoba Polres Metro Bekasi dan Ahmad Ghazali (33), anggota Dit Pam Obvit Polda Metro Jaya bersama komplotannya memeras dan menganiaya Baindro alias Indra (27) dan Gadog. Modusnya menuduh korban sebagai pelaku curanmor. Mereka menyergap, memasukkannya ke dalam mobil, menodongkan senjata api, melakban mulutnya, dan memeras hingga belasan juta rupiah.

Peristiwa itu terungkap dari istri korban berinisial H kepada Kriminologi.id, Jumat, 3 Agustus 2018 melalui sambungan teleponnya. H menceritakan, sebelum kejadian, sang suami sedang pergi untuk bertemu dengan penjual telepon selular. Bersama rekannya, sang suami hendak membeli telepon selular dan mereka melintas di Jalan Harapan Baru, Bekasi pada Selasa, 24 Juli 2018 dini hari.

"Dia lagi keluar main tempat teman, mau beli hp. Ketemuan sama temenya. Tiba-tiba di lokasi disergap, di Jalan Harapan Baru," kata H menjelaskan.

Keduanya, kata H, disergap empat pelaku yang diketahui bernama Pakih Ahmad Kenarok (23), Karmo (30), Singgih Permana (32) anggota Satres Narkoba Polres Metro Bekasi dan Ahmad Ghajali (35) Anggota Dit Pam Obvit Polda Metro Jaya. Mereka datang menggunakan satu mobil.

Suami dan rekannya, kata H, merasa kebingungan atas penyergapan itu. Tak hanya itu, mereka juga menodongkan senjata api ke korban. Menurut H, suaminya dan rekannya dituduh pelaku bahwa mereka akan melakukan transaksi jual beli motor curian di Jalan Harapan Baru, Kota Bekasi.

"Katanya ada transaksi jual beli motor, tapi suami saya enggak tahu masalah itu, karena dia kan pengen beli HP bukan motor. Intinya mah suami saya dituduh pemain," kata H.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/oknum-polisi-pelaku-pemerasan-foto-1533201003.jpg

Usai mendapat tuduhan sebagai pemain pencurian kendaraan bermotor, keduanya kemudian dimasukkan ke dalam mobil yang dibawa keempat tersangka. Di dalam mobil  itu, mulut korban dilakban dan mendapat tindak kekerasan dari para pelaku.  

Namun, bukannya dibawa Polsek atau Polres, para pelaku malah membawa korban ke Bank BRI di Jalan IR H Juanda, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Keduanya diminta mentransfer uang Rp 12,5 juta ke rekening salah satu tersangka.

"Enggak tahu kasusnya apa, tiba-tiba dimintain duit, kita kan orang kagak tahu apa-apa terus ditodong pistol, ya takut. Abis itu mereka minta duit sama suami saya dan temannya, nominalnya segitu. Sekarang suami saya masih syok, mas," kata H menambahkan.

Saat Kriminologi.id mencoba menanyakan kelanjutan usai mentransfer uang Rp 12,5 juta ke rekening pelaku, H mematikan sambungan teleponnya. Saat dihubungi kembali, H enggan menerima telepon.

Sementara itu, petugas keamanan Bank BRI Jalan IR H Juanda yakni RO kepada Kriminologi.id mengatakan pada Rabu, 25 Juli 2018 ada tiga polisi dari Polda Metro Jaya datang ke bank BRI untuk mengecek lokasi. Ketiganya mengecek CCTV yang ada di tempat tersebut.

"Ada tiga orang polisi mau ngecek CCTV ATM, saya tanya ada apa, katanya soal kasus pemerasan transaksi TKP-nya di ATM BRI sini. Kejadiannya sudah lama, Selasa kemarin," katanya, Jumat, 3 Agustus 2018 malam. 

Namun, RO mengatakan, ia tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut. Padahal, kata RO, lokasi ATM itu hanya berada 7 meter dari Jalan Ir H Juanda, tepat berada di samping pos keamanannya.

"Kan ATM di samping Pos, pasti kepantau sama kami yang jaga 24 jam, tapi enggak ada kejadian sampai korban diiket," kata RO.

Sebelumnya diberitakan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, dua anggota Polri yakni Singgih Permana (32) anggota Sat Resnarkoba Polres Metro Bekasi, dan Ahmad Ghazali (33), anggota Dit Pam Obvit Polda Metro Jaya melakukan pemerasan terhadap seorang pedagang di Bekasi. 

Tindakan pemerasan itu juga melibatkan dua warga sipil yakni Pakih Ahmad Ken Arok (24) dan Karmo (30). Para tersangka menggunakan satu mobil dan satu sepeda motor mendatangi korban dan mengancam serta meminta menyerahkan uang serta barang-barang berharga miliknya. Aksi pemerasan itu terjadi di Jalan Harapan Baru, Kota Bekasi, tengah malam.

Korban dan ketiga temannya diangkut ke dalam mobil, tangannya diikat, dan mulutnya ditutup dengan lakban. Para korban juga dipaksa untuk menyerahkan dompet mereka. Bahkan salah satu korban dipaksa untuk melakukan transfer uang dari rekening mereka. 

Tersangka menghentikan mobilnya di gerai ATM BRI Cabang Jalan Juanda, Bekasi dan mengancam korban untuk transfer sebesar Rp 12.500.000 ke rekening terangka. Kemudian, para tersangka meninggakan korban yang masih terikat di gerai ATM tersebut.

Keempat pelaku diringkus Tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Kampung Gabus Dukuh, RT 04/04, Kelurahan, Srimukti, Tambun Utara, Bekasi pada Rabu, 1 Agustus 2018.

Dari tangan keempat para pelaku, tim mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 1 kartu KTP atas nama Emi Yuriana, 1 kartu SIM C dan KTP atas nama Baindro, 1 STNK sepeda motor atas nama Desi Maulana, 1 STNK sepeda motor atas nama Juandti Kristiyanti.

Selain itu, barang bukti lainnya yakni 1 HP Samsung warna hitam, 3 HP Xiaomi warna hitam silver dan putih, 1 HP Oppo warna putih, uang tunai senilai 1 juta rupiah, 1 sepeda motor Yamaha N-Max, serta 1 unit mobil Toyota Avanza berplat nomor polisi D 1219 SK.

Atas perbuatannya, mereka diganjar dengan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan. Ancaman kurungan penjara maksimal sembilan tahun. YH

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500