Alexander, mahasiswa Universitas Telkom Bandung yang tewas usai jadi korban penusukan. Foto: Facebook

Pengakuan Jujur Pembunuh Mahasiswa Telkom Alexander Sihombing

Estimasi Baca:
Rabu, 21 Mar 2018 07:00:41 WIB

Kriminologi.id - Empat orang pelaku pembunuhan Alexander Sihombing, mahasiwa Telkom University Bandung yang ditemukan tewas pada Minggu, 11 Maret 2018 telah ditangkap. Keempat pelaku adalah komplotan begal yang semula ingin membegal korban. 

Namun perlawanan yang diberikan korban membuat salah satu pelaku spontan melakukan penusukan ke dada korban hingga korban akhirnya meregang nyawa akibat tusukan mematikan di bagian dada. 

Pelaku penusukan adalah Cecep Setiawan alias Oces (20). Malam itu ia berniat membegal korban bersama ketiga rekannya yaitu Irfal (22), Hera Heryana (26), dan Cep Rudi (17).

Cecep dan ketiga rekannya memepet korban yang sedang mengendarai motor di Jalan Radio, sekitar gerbang belakang kampus Telkom University yang saat itu dalam keadaan gelap. 

Namun korban yang merasa dalam bahaya berusaha melakukan perlawanan. Sayang perlawanan itu berjalan tak seimbang, karena korban berhadapan dengan empat orang pelaku.

"Sempat dipepet pelaku di jalan. Namun korban melawan lalu terjadi perkelahian tak seimbang," kata Kasat Reskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik di Mapolres Bandung, Selasa, 20 Maret 2018.

Saat itu korban dipukul oleh dua orang. Namun korban masih saja melakukan perlawanan.

Sialnya perlawanan yang dilakukan korban pun membuat Cecep mengambil tindakan spontan menghentikan perlawanan korban dengan menusuk tubuh korban menggunakan pisau yang telah ia siapkan untuk aksi begalnya malam itu.

"Korban kan melawan saat dua teman saya melakukan pemukulan. Lalu saya spontan menusuk korban," diakui Cecep saat dihadirkan di Mapolres Bandung, Selasa, 20 Maret 2018.

Melihat korban tak berdaya, keempat pelaku lalu kabur meninggalkan korban yang tergeletak bersimbah darah dengan motornya. Sebelum meninggalkan korban, Cecep mengaku sempat mengambil ponsel merek Oppo milik korban.

"Saya ambil saja handphone-nya," kata Cecep.

Ponsel korban itu oleh Cecep ia jual sore itu juga ke seorang penadah di daerah Banjaran.

"Saya jual Rp 700 ribu," kata Cecep.

Cecep mengaku baru kali ini saja melakukan pembegalan. Namun polisi masih mendalami keterangan Cecep dan ketiga tersangka lainnya.

Atas aksi sadisnya itu, Cecep dan ketiga rekannya harus menghuni tahanan kepolisian. Mereka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan sebagai pemberatan dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara. RZ

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500