Video viral satpam diduga di pusat perbelanjaan di Tanah Abang minta uang sewa lahan ke pemilik toko. Foto: Ist/Kriminologi.id

Pengakuan Porter Soal Pungli Satpam di Pasar Tanah Abang

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 15:50:35 WIB

Kriminologi.id - Pungli yang dilakukan oleh beberapa petugas security terhadap para pedagang di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, diketahui dilakukan saat para pedagang hendak menutup tokonya atau pada sore hari.

Hal itu diungkapkan oleh seorang kuli panggul atau porter yang bernama Akri (29). Menurutnya, aksi pungli yang kerap dilakukan oleh beberapa oknum security itu selalu dilakukan dengan cara menyisir beberapa toko pada sore hari.

"Mereka itu minta uangnya ya cuma sore aja. Jadi mereka muter di blok B ini ke toko-toko yang tutupnya telat atau udah kesorean," ucap Akri kepada Kriminologi.id di lokasi, Selasa, 28 Agustus 2018.

Bahkan, dalam meminta sejumlah uang kepada para pedangan, oknum security itu menggunakan berbagai cara dan alasan. Salah satunya dengan mengunakan kertas kwitansi agar seolah-olah penarikan uang itu adalah resmi.

"Kadang pake kertas gitu ya semacam kwitansi, jadi kalo udah bayar nanti dikasih kertas. Itu yang saya lihat," kata Akri. 

Namun, Akri mengatakan bahwa para oknum security itu hanya melakukan aksi pungli itu di kawasan Blok B. Sebab setiap blok itu memiliki pengelola yang berbeda-beda dan oknum security itu hanya bertugas di Blok B.

"Mereka ya cuma disini aja (Blok B) kan kalau di blok lain beda pengelola. Saya sering lihat mereka pungli di basement," kata Akri.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video viral memperlihatkan sejumlah oknum security yang diduga meminta uang sewa lahan ke pemilik toko di Tanah Abang beredar di media sosial.

Video tersebut viral usai diunggah akun Facebook Chen Yin Hiung pada Minggu, 26 Agustus 2018.

Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik itu nampak seorang oknum satpam tengah terlibat adu mulut dengan seorang pemilik toko yang mengenakan kaus abu-abu. Keributan itu terjadi diduga lantaran oknum security meminta sejumlah uang kepada pedangan itu.

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500