Apartemen Margonda Residence. Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

Pengelola Margonda Residence Pecat Satpam yang Terlibat Prostitusi

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 18:20:15 WIB

Kriminologi.id - Pengelola Apartemen Margonda Residence telah memberhentikan semua petugas keamanan atau satpam yang bertugas. Bahkan pengelola telah memutus kontrak kerja dengan vendor penyedia jasa keamanan itu.

"Jadi, dari pernyataan pengelola, mereka sudah mengambil sikap dengan tidak memakai atau mempekerjakan lagi personel pengamanan dari vendor luar yang diajak bekerja sama. Sekarang pengamanannya sudah menggunakan tenaga baru semua," ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro, Selasa, 28 Agustus 2018.

Bintoro mengatakan, pernyataan tersebut datang dari pengelola apartemen saat menjalani pemeriksaan di ruang PPA Mapolres Depok.

Saat dimintai keterangan, pengelola apartemen Margonda Residence mengaku kepada polisi bahwa mereka tidak mengetahui secara detil perihal penyewaan unit untuk praktek prostitusi.

"Alasannya, kamar itu telah pindah tangan kepada pemilik yang membeli unit apartemen," ucap Bintoro.

Oleh karena itu, ketika unit apartemen sudah dibeli oleh konsumen, maka unit tersebut sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembeli tersebut.

"Jadi tanggung jawab penuh atas kamar, ya langsung kepada pemilik. Pihak pengelola hanya berwenang mengurus perawatan teknis seperti air, listrik, dan masalah sampah," ujarnya.

Setelah mengetahui adanya praktik prostitusi berbasis online, pengelola apartemen Margonda Residence memberikan teguran kepada pemilik unit tersebut.

"Pemilik kamar juga sudah diberikan teguran tertulis lewat email maupun lewat lisan secara langsung," kata Bintoro.

Bintoro mengatakan, untuk mendalami kasus tersebut, polisi juga akan memanggil pemilik unit yang digunakan sebagai tempat prostitusi. 

"Ya, ada satu kamar yang digunakan (untuk prostitusi ) pemilik unit kamar itu, juga rencananya akan dilakukan pemanggilan," kata Bintoro.

Prostitusi di Apartemen Margonda Residence terungkap setelah aparat Polresta Depok melakukan penggerebekan pada Selasa, 14 Agustus 2018 di apartemen yang berlokasi di Jalan Margonda Raya, Pondok Cina, Beji, Depok, Jawa Barat.

Penggerebekan itu dilakukan atas laporan dari warga mengenai Apartemen Margonda Residence 2 yang kerap menjadi lokasi prostitusi online. Pemesanan prostitusi online kerap dilakukan melalui aplikasi We-Chat. 

Di apartemen itu, petugas menangkap sejumlah pelaku prostitusi. Bahkan, saat penggerebekan itu, polisi mendapati sebagian dari mereka sedang bermadu kasih. 

Beberapa pelaku bisnis prostitusi itu yang diamankan saat penggerebekan diantaranya, SG (20) bersama seorang pria hendak melakukan hubungan seksual di salah satu unit apartemen itu. Diketahui, SG mematok tarif Rp 800 ribu untuk jasa prostitusinya.

Di unit lain, polisi menemukan lagi aksi prostitusi yang dilakukan PSK yakni FO (19). Ketika itu, FO sedang menunggu pelanggannya. Dari pemeriksaan, FO mengenakan tarif Rp 800 ribu.

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500