TKI ilegal yang hendak dideportasi Pemerintah Malaysia (ANTARA Foto/Ist)

Pengiriman TKI Ilegal Jalur Laut, HNSI: Nelayan Jangan Ikut-ikutan

Estimasi Baca:
Rabu, 29 Ags 2018 09:15:39 WIB

Kriminologi.id - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Sumatera Utara meminta agar nelayan di Kota Tanjung Balai jangan ikut terlibat dalam pengiriman tenaga kerja Indonesia ilegal ke luar negeri yakni Malaysia dan negara-negara lainnya.

"Perbuatan tersebut adalah melanggar hukum dan harus segera dihentikan," kata Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Nazli, Rabu, 28 Agustus 2018.

Nazli menuturkan, bila nelayan ikut bekerja sama dalam bisnis pengiriman TKI ilegal, mereka akan menghadapi masalah hukum yang cukup besar. Ia menyebutkan, nelayan yang memberikan perahunya untuk melansir TKI ilegal dan orang asing berangkat ke luar negeri merupakan perbuatan yang salah.

Pekerjaan yang dilakukan nelayan itu, kata Nazli, dianggap memfasilitasi pengiriman TKI yang tidak melalui prosedur dan sesuai dengan ketentuan pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans).

"Jadi, nelayan tersebut jangan lagi ikut-ikutan membantu pengiriman TKI gelap tersebut," ujarnya.

Nazli mengatakan, pengiriman TKI dari Tanjung Balai, Sumatera Utara ke luar negeri telah diatur oleh sindikat internasional dan dapat membahayakan nelayan tersebut. Ia berharap, nelayan mencari pekerjaan yang lebih baik dan halal sehingga tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

"Nelayan yang membantu pengiriman TKI tersebut, masuk ke dalam lingkaran mafia dan harus segera meninggalkannya kalau tidak ingin terjerat hukum," kata Nazli menambahkan.

Sebelumnya, Satuan Polair Polres Tanjungbalai, Polda Sumatera Utara mengamankan perahu nelayan tanpa nama diduga pelansir TKI ilegal dan orang asing yang akan bertolak ke Malaysia. 

Pada Senin, 27 Agustus 2018, Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai mengatakan, pihaknya mengamankan tiga orang TKI ilegal terdiri dari dua orang laki-laki dan satu perempuan. Salah satunya adalah seorang warga negara Bangladesh.

TKI ilegal itu, kata Rifai, ketiga TKI ilegal itu diamankan petugas ketika mereka ketika melaksanakan patroli di sekitar perairan Tanjung Berombang, pada Minggu, 19 Agustus 2018 pukul 09.00 WIB.

Para TKI ilegal itu diangkut menggunakan perahu nelayan tanpa nama dan nomor selar yang dinakhodai oknum RZ sebagai pelansir.

Saat petugas akan menyergap perahu itu, nakhoda berinisial RZ sempat melompat ke laut dan lari ke hutan bakau, namun RZ berhasil dibekuk. Dari penangkapan itu, petugas mengamankan nahkoda kapal, dan saksi-saksi yaitu IWN dan US.

Rifai mengatakan, dari keterangan nakhoda kapal, TKI ilegal tersebut akan diantar ke panton Bagan Asahan.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500