Ilustrasi kapal kayu pengangkut solar. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Penyelundupan 10 Ton Solar, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Anggota

Estimasi Baca:
Selasa, 31 Jul 2018 23:05:34 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian Daerah Jawa Tengah mendalami dugaan keterlibatan salah satu oknum polisi terkait pengungkapan kasus kapal kayu yang mengangkut 10 ton bakar bakar jenis solar. Bahan bakar tersebut diduga ilegal.

"Saat ini, pelakunya sudah ditangkap. Sedangkan dugaan keterlibatan salah satu anggota kepolisian yang bertugas di Polres Purworejo akan didalami," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Selasa, 31 Juli 2018.

Condro menegaskan, setiap anggota kepolisian yang terlibat tindakan melanggar aturan sudah pasti ada sanksinya. Apabila terlibat kasus pidana, kata Condro, selain proses pidana, oknum tersebut juga akan didisposisi ke Direktorat Kepolisian Perairan Polda Jateng agar diproses.

Selain itu, lanjut Condro, oknum polisi yang diduga terlibat juga akan diproses kode etik dan disiplin Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). Untuk mengantisipasi kasus serupa terulang, kata Condro, pihaknya selalu melakukan pembinaan dan memberitahukan kepada jajarannya untuk menjadi anggota Polri harus memberikan contoh yang baik.

Berdasarkan informasi yang Kriminologi.id himpun, Ditpolairut Polda Jateng mengamankan kapal kayu bermuatan 10 ton bahan bakar jenis solar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Selasa, 24 Juli 2018. Saat diperiksa, nahkoda kapal tanpa nama itu tidak bisa menunjukkan surat izinnya.

Dari temuan itu, ada dugaan keterlibatan oknum polisi di balik pengangkutan solar ilegal tersebut. Saat penangkapan, petugas mengamankan tiga orang yaitu nahkoda berinisial N dan dua anak buah kapal.

Mabes Polri kemudian melimpahkan kasus ini ke Ditpolair Polda Jateng. Polisi sudah menetapkan N sebagai tersangka. Para pelaku ini melanggar Pasal 53 Undang-Undang Migas tentang pengangkutan BBM tanpa dokumen sah.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500