Iwan Adranacus pengendara mercy yang menabrak motor di Solo. Foto: Ist/Kriminologi.id

Penyidik Berharap Kejaksaan Segera P21 Kasus Iwan Adranacus

Estimasi Baca:
Jumat, 7 Sep 2018 20:45:35 WIB

Kriminologi.id - Penyidik Polresta Surakarta telah melimpahkan berkas perkara tahap pertama kasus tabrakan maut yang menyeret pengusaha Iwan Adranacus ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta. Penyidik berharap Kejaksaan segera menyatakan berkas lengkap atau P21.

"Hanya butuh waktu selama tiga minggu untuk menyelesaikan dan dilimpahkan ke Kejari Surakarta," kata Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut hari Wibowo di Solo, Jumat, 7 September 2018.

Iwan adranacus

Menurut Ribut, tim penyidik tidak menemui kendala dalam menyidik perkara yang menyedot perhatian warga Solo itu sehingga pemberkasan kasus tersebut bisa berjalan lancar. 

Dijelaskan Ribut, penyidik yang menangani kasus itu telah bergerak cepat setelah kejadian dimulai. Bermula dari penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, melakukan gelar perkara, serta penetapan tersangka, dan berlanjut dengan meningkatkan kasus ke tahap penyidikan dengan menaikkan status Iwan sebagai tersangka 

"Kami berharap berkas perkara tahap pertama kasus itu bisa segera dinaikkan dan dinyatakan lengkap (P21)," kata Ribut.

Menurut Ribut, jika berkas berkara tahap pertama dapat dinyatakan lengkap oleh kejaksaan, penyidik akan sesegera mungkin melakukan pelimpahan tahap kedua berupa barang bukti dan tersangka ke Kejari. 

Terpisah, Kepala Kejari Surakarta Teguh Subroto mengatakan telah menerima pelimpahan berkas perkara kasus Iwan Adranacus dari Polresta Surakarta.

Ada waktu tujuh hari bagi kejaksaan untuk meneliti kelengkapan berkas sebelum dinyatakan P21.

"Sudah menunjuk tiga jaksa penuntut umum yakni Titik Mariani, Rahayu Nurraharsi, dan Satriawan Sulaksono. Hasil akan segera diinformasikan kepada tim penyidik Polresta Surakarta," ungkap Teguh.

Iwan Adranacus, pengusaha cat ternama asal Solo terlibat dalam kasus tabrakan maut yang menewaskan pengendara motor Eko Prasetio pada 22 Agustus 2018 lalu.

Iwan dijerat Pasal 338 juncto Pasal 351 ayat KUHP tentang pembunuhan dan atau penganiayaan berakibat kematian dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500