Konferensi Pers Polres Bogor pengungkapan kasus menyuntikan gas LPG 3 kg ke 12 kg. (5/9/2018) . Foto: Ist/Kriminologi.id

Penyuntikan Gas Elpiji Ilegal di Bogor Gunakan Pipa Regulator Buatan

Estimasi Baca:
Rabu, 5 Sep 2018 12:00:10 WIB

Kriminologi.id - Tiga pelaku penyuntikan gas elpiji ilegal di Kampung Garapan Babakan, Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor dibekuk polisi pada 20 Agustus 2018.

Ketiganya melakukan penyuntikan gas dari tabung elpiji bersubsidi atau 3 kilogram ke gas non-subsidi yang dipasarkan ke masyarakat. 

Proses pemindahan gas itu dilakukan menggunakan pipa regulator buatan. 

Adapun ketiga pelaku penyuntikan itu berinisial MP (42), ED (28) dan HR (37) yang diamankan di lokasi berbeda-beda. 

Konferensi Pers Polres Bogor pengungkapan kasus menyuntikan gas LPG 3 kg ke 12 kg. (5/9/2018)
Tiga pelaku penyuntikan gas elpiji ilegal di Kabupaten Bogor.

"Modus operandi ketiga pelaku usaha ini melakuan kegiatan berupa memindahkan atau menyuntikkan gas LPG dari tabung LPG 3 kilogram bersubsidi ke dalam tabung gas LPG 12 kilogram dan 50 kilogram non-subsidi dengan mempergunakan alat berupa pipa besi yang difungsikan sebagai regulator," ujar Kapolres Bogor Kabupaten, AKBP Andi Mochammad Dicky Pastika Gading dalam keterangan persnya, Rabu, 5 September 2018.

Dicky menambahkan berdasarkan pemeriksaan sementara ketiganya mengaku menjual gas non-subsidi hasil suntikan ilegal itu ke warung atau toko di sekitar wilayah Cileungsi dan Bekasi dengan harga normal. 

Dalam penggerebekan di tiga lokasi itu, polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa 4 unit mobil pikup operasional, 550 buah tabung gas melon, 200 Buah tabung gas LPG 3 kilogram kosong. 

Konferensi Pers Polres Bogor pengungkapan kasus menyuntikan gas LPG 3 kg ke 12 kg. (5/9/2018)
Kapolres Bogor AKBP Andi Mochammad Dicky Pastika Gading dalam keterangan pers.

Polisi juga menyita 70 buah tabung gas LPG 12 kilogram kosong, 12 buah tabung gas LPG 50 kilogram kosong, 11 Buah tabung gas LPG 50 kilogram isi. 

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 29 buah pipa besi yang difungsikan sebagai regulator, 1 boks berisi segel tabung gas LPG siap pakai, serta 1 buah timbangan.

Atas perbuatannya tersebut, ketiga pelaku diganjar Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) hurup b dan c Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dan/atau Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 30 Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 1981 Tentang Metrologi legal, dengan ancaman pidana kurungan maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar. 

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500