Sopir taksi ditemukan tewas dengan luka jeratan di leher. Foto: Ist/Kriminologi.id

Perampok Sopir Taksi Express Gasak Aki dan Ponsel Korban

Estimasi Baca:
Selasa, 31 Jul 2018 16:10:48 WIB

Kriminologi.id - Sopir taksi Express bernama R Bernhard Indrajaya (57) yang tewas di areal persawahan Desa Pasirmuncang, Kabupaten Tangerang, Banten, diduga merupakan korban perampokan. Polisi tidak menemukan telepon selular atau ponsel milik korban, sementara aki mobil tersebut hilang.

"Dompet, handphone-nya tidak kami temukan. Ada juga aki mobilnya juga hilang," kata Kapolsek Cisoka, AKP Ukha Subakti kepada Kriminologi.id melalui sambungan telepon, Selasa 31 Juli 2018.

Ukha menduga, pelaku membunuh korban terlebih dahulu, membuang jasadnya, lalu melucuti harta bendanya. Karena taksi Express tersebut ditemukan sekitar 3-4 kilometer dari lokasi penemuan korban.

Ukha menjelaskan, para pelaku membawa taksi Express itu ke lokasi yang cukup jauh dari permukiman warga. Pelaku kemudian meninggalkan taksi tersebut di sana.

"Jarak antara korban dengan mobil itu sekitar 3 sampe 4 kilometer. Jadi mereka nurunin dulu (korban), mobil dibawa ke sana di dekat sawah" kata Ukha menjelaskan.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/sopir-taksi-ditemukan-tewas-dengan-1533020030-jpg

Sebelumnya diberitakan, dua warga Kampung Cirengit, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten menemukan R. Bernhard Indrajaya (57) di pinggir jalan tepatnya di semak-semak areal persawahan di wilayah itu.

Dua warga yakni Arisno (59) dan Wahir (42) menemukan jasad korban saat mereka sedang lari pagi, hari ini sekitar pukul 06.00 WIB. Menurut saksi, korban tewas tergeletak itu pria mengenakan seragam taksi Express.

Atas penemuan itu, Arisno dan Wahir memberitahukannya kepada ketua RT setempat, lalu melaporkan kepada polisi. Tak lama, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasilnya, polisi menemukan bekas luka jeratan di leher dan luka gores di bagian tangan korban. YH|AS

Reporter: Rizky Adytia
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500