Ilustrasi perampokan. Foto: Pixabay.com

Perampokan Gaji Pensiunan Guru Tangerang, Pelaku Rekrut Anak Tetangga

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 16:13:11 WIB

Kriminologi.id - RN, bocah 12 tahun yang belakangan terungkap sebagai salah satu anggota kawanan perampok yang telah merampas uang pensiunan di Kota Tangerang, diketahui direkrut pelaku yang merupakan tetangganya. 

Terungkapnya bocah yang dijadikan sebagai modus kejahatan itu setelah ketiga tersangka lainnya berinisial J (35), A (40), dan N (31) ditangkap dan diperiksa secara intensif. 

"Dia (RN) hubungan dengan para pelaku lainnya itu cuma tetangganya. Dia diajak sama-sama salah satu tersangka," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, AKBP Dedy Supriadi saat dikonfirmasi, Rabu, 8 Agustus 2018.

Selain itu, dari hasil pemeriksan juga diketahui anak di bawah umur itu telah berulangkali terlibat dalam aksi perampokan itu. Tercatat, dalam sekali beraksi, RN mendapat upah mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. 

Hingga saat ini, polisi masih memeriksa dan mendalami keterangan ketiga pelaku guna mencari dugaan anak lainnya yang digunakan komplotan dalam beraksi.

"Untuk RN ini sudah sembilan kali. Sekali beraksi dapat upah Rp 800 sampai Rp 1 juta," kata Dedy 

Sebelumnya diberitakan, empat anggota kawanan rampok jalanan berhasil merampas uang pensiunan dua orang guru dengan modus menggunakan anak kecil sebagai pengalih perhatian.

Para tersangka yang diketahui berinisial J (35), A (40), N (31) dan RN (12) itu berhasil merampas uang tunai RP 10 juta milik dua pensiunan guru berinisial RD (76) dan TR (65) di Jalan Gatot Subroto, Jatiuwung, Kota Tangerang.

"Mereka ini menggunakan anak di bawah umur untuk menjadi modus mereka ya," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan saat dikonfirmasi, Selasa, 7 Agustus 2018.

Aksi perampokan itu bermula saat kedua korban hendak pulang ke rumahnya dengan menggunakan Angkutan Kota (Angkot) usai mengambil dana pensiunan di salah satu bank swasta yang berada di Jalan Ahmad Yani, Tangerang, pada Rabu, 1 Agustus 2018.

Lantaran rumah keduanya cukup jauh dari lokasi bank, kedua korban harus menggunakan angkot sebanyak dua kali pergantian. Sayangnya, saat hendak menunggu angkot yang kedua di pinggir jalan, tiba-tiba para tersangka yang mengunakan mobil Avanza berhenti tepat di hadapannya.

"Para pelaku ini meminta kedua korban untuk ikut masuk kedalam mobil dengan alasan anak meraka yang masih kecil itu mau mengantarnya," ucap Harry.

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500