Ilustrasi pembunuhan sopir taksi online. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Perampokan Taksi Online, ADO: Sopir dan Penumpang Harus Didaftar Ulang

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 11:14:42 WIB

Kriminologi.id - Soeharto alias Alex, sopir taksi online korban perampokan dan pembunuhan diketahui tidak menggunakan identitas asli sesuai dengan aplikasi yang digunakan. Organisasi driver online mendesak agar pemerintah dan perusahaan melakukan daftar ulang demi keamanan penumpang dan sopir.

Maraknya akun sopir taksi online yang tidak sesuai dengan identitas pengemudi menurut Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO), Christiansen, berawal dari sanksi dari perusahaan aplikasi.

“Akun ini banyak yang berbeda dengan data aslinya, karena temen-temen banyak yang kena suspend, akunnya dibekukan, karena dulu itu sistem membekukan akun itu sangat sepihak dan tidak mendengar penjelasan driver,” ujar pria yang kerap disapa Yansen.

Padahal, menurut Yansen, belum tentu hal tersebut kesalahan pengemudi sepenuhnya. Karena menurutnya dalam beberapa kasus kesalahan itu ada pada penumpang.

“HP-nya ketinggalan lalu dikasih bintang 1 diberi komentar. Perusahaan aplikasi melakukan pembekuan,” kata Yansen.

Alhasil, kata Yansen, para pengemudi taksi online yang sudah ambil kendaraan yang digunakan untuk online harus mensiasati agar tetap beroperasi dengan mencari akun milik driver lain.

“Jadilah mencari akun-akun. Yang pertama bisa dari orang yang dulu driver, dia sudah berhenti lalu dijual akunnya. Lalu juga kami menduga dari orang-orang dalam. Dan ada juga yang membantu, misalnya namanya Alex lalu diganti, bahasanya dirubbing belakangnya diganti pake K,” kata Yansen.

Menurut Yansen hal itu terjadi karena tidak adanya regulasi yang jelas tekait transportasi online yang marak di Indonesia. Yansen juga menuntut pemerintah untuk andil dalam regulasi tersebut.

“Pemerintah nyaris tidak mengambil andil. Regulasi sampai saat ini abu-abu. Seharusnya pemerintah masuk ke dalam aplikasi. Atau kami menduga ini disengaja supaya dilihat taksi online tidak aman,” kata Yansen.

Pihaknya organisasi sopir online tersebut menurut Yansen pernah menyampaikan kepada pemerintah atau perusahaan aplikasi untuk penataan dilakukan daftar ulang. Hal itu agak menjadikan pengguna maupun sopir merasa aman.

“Intinya driver-driver ini kan masih mau bekerja, cuma kasus-kasus yang saya sampikan tadi itu harus ditinjau harus ulang lagi kecuali melakukan tindak kriminal, tapi kalo kesalahan pelayanan masih bisa diperbaiki,” kata Yansen.

Diberitakan sebelumnya, perampokan disertai pembunuhan kembali menimpa sopir taksi online, Grab Car. Soeharto alias Alex (31), ditemukan tewas di lahan Perhutani Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pihak kepolisian tengah memburu pelaku kejahatan tersebut.

Warga sekitar menemukan mayat korban dalam kondisi luka bekas cekikan di bagian leher dan wajah penuh luka lebam. Luka lebam di sekitar wajah korban diduga bekas penganiayaan menggunakan benda tumpul. 

Saat ditemukan, korban mengenakan kaos warna putih hitam bertuliskan Senior High School Bani Taowa Bekasi. Korban mengenakan bawahan celana jeans hitam. AS

Reporter: Achmad Sakirin
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500