Ilustrasi Taksi Online. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Perampokan Taksi Online Marak, ADO: Sengaja Agar Terkesan Tidak Aman

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 15:50:01 WIB

Kriminologi.id - Kasus pembunuhan dan perampokan yang menimpa sopir taksi online kembali terjadi. Soeharto alias Alex, sopir taksi online tewas dan jasadnya dibuang di lahan Perhutani Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Asosiasi Driver Online (ADO), mendesak pemerintah untuk turun tangan menangani banyaknya kasus kejahatan yang menimpa para sopir transportasi online tersebut bersama perusahaan aplikasi.

“Sebenarnya semua pihak harus bertanggung jawab. Pertama dari pihak perusahaan karena munculnya para driver yang menggunakan akun palsu itu karena peraturan dari perusahaan,” kata Ketua Umum ADO, Christiansen, melalui sambungan telepon kepada Kriminologi.id, Jumat, 3 Agustus 2018.

Kedua menurut Yansen, sapaan Christiansen, para pengemudi harus bertanggung jawab, bagaimana pun ini terkait nama baik para pengemudi lain. Selain itu, menurut Yansen, pemerintah nyaris tidak mengambil andil, karena regulasi yang dikeluarkan pemerintah dinilai abu-abu. 

“Korban udah banyak baik penumpang atau driver. Atau kami menduga disengaja, kenapa supaya dilihat bahwa transportasi online tidak aman, kan bisa aja seperti itu,” ujar Yansen.

Untuk itu, pihak organisasi driver selalu menyuarakan keras agar hal-hal terkait transportasi online dapat ditata ulang.

“Makanya waktu kasus-kasus sebelumnya selalu meminta perusahaan aplikasi membuat panic button, paling tidak meminimalisir. Karena kita tidak pernah tahu kapan bencana itu terjadi,” kata Yansen.

Yansen menambahkan, dengan alat-alat keamanan yang ditambahakan ke aplikasi, menurutnya bisa meminimalisir tindak kejahatan yang mengancam.

“Jadi bayangkan perusahan aplikasi ini, kami para driver individu dari awal sampai sekarang, mereka value perusahaan triliunan tapi keamanan buat para drviver nyaris tidak ada,” kata Yansen.

Yansen menegaskan, pihaknya menuntut perusahaan aplikasi dari segi keamanan tidak hanya berteori menyampaikan kesejahteraan kepada para pengemudinya.

Diberitakan sebelumnya, perampokan disertai pembunuhan kembali menimpa sopir taksi online, Grab Car. Soeharto alias Alex (31), ditemukan tewas di lahan Perhutani Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pihak kepolisian tengah memburu pelaku kejahatan tersebut.

Warga sekitar menemukan mayat korban dalam kondisi luka bekas cekikan di bagian leher dan wajah penuh luka lebam. Luka lebam di sekitar wajah korban diduga bekas penganiayaan menggunakan benda tumpul. 

Saat ditemukan, korban mengenakan kaos warna putih hitam bertuliskan Senior High School Bani Taowa Bekasi. Korban mengenakan bawahan celana jeans hitam. AS

Reporter: Achmad Sakirin
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500