Korban luka akibat gempa di Lombok dirawat di luar Rumah Sakit (06/08/2018). Foto: Twitter Sutopo Purwo Nugroho

Peringatan Dini Tsunami Berakhir, BMKG: Hindari Bangunan Retak

Estimasi Baca:
Senin, 6 Ags 2018 09:25:50 WIB

Kriminologi.id - Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, Rahmat Triyono, menuturkan peringatan dini Tsunami di Lombok Utara sudah berakhir. 

Namun, dirinya menghimbau kepada warga sekitar agar menghindari bangun rumah yang retak atau gedung miring karena khawatir terjadi gempa susulan. 

"Waspadai potensi gempa yang bisa merobohkan bangunan yang sudah miring dan retak. Jangan ditinggali dulu, lebih baik di tenda-tenda karena khwatir gempa susulan," ujar Rahmat Triyono dalam dialog di Kompas TV, Senin, 6 Agustus 2018. 

Rahmat menambahkan pihaknya telah mengakhiri peringatan dini Tsunami di Lombok, Nusa Teggara Barat atau NTB pada Minggu, 5 Agustus 2018 malam.

Peringatan dini Tsunami level waspada itu, kata Solikhin, telah terjadi dengan penambahan ketinggian air laut 13 centimeter. Adapun ketegori Tsunami level waspada adalah di bawah 50 centimeter. 

"Pada pukul 20.25 WIB kami menyatakan warning itu terakhir, dan masuarakat menjauh ke pantai bisa kembali. Jadi yang di hotel pantai bisa jadi karena sudah aman, dan warning dinyatakn berakhir mereka bisa kembali ke hotel, ujarnya. 

Rahmat menghimbau kepada masyarakat agar menjadikan gempa sebagai peringatan dini atau warning untuk segera menjauh dari pantai dan keluar gedung atau rumah, tidak menunggu BMKG.

Karena jika menunggu info dari BMKG, maka kemungkinan besar evakuasi cepat terhadap gempa itu menjadi terhambat. 

"Gempa menjadi warning (peringatan dini) bukan kami BMKG, lima menit kehilangan kalau tunggu kami. Begitu gempa langsung lari cepat. Evakuasi mandiri sangat penting," ujarnya. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD mengatakan data sementara jumlah korban meninggal dunia dari gempa bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat sebanyak 82 orang. 

Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Senin, 6 Agustus 2018 dini hari.

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500