Ilustrasi Perdagangan Orang. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Permintaan Gubernur NTT ke Kapolda dan Danrem Soal Perdagangan Orang

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 16:15:09 WIB

Kriminologi.id - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B Laiskodat mengajukan permintaan pada Kapolda Irjen Pol Raja Erisman dan DDanrem 161/ Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa soal kasus human trafficking atau perdagangan orang di wilayahnya. 

Viktor mengancam akan patahkan kaki pelaku perdagangan orang atau human trafficking karena sudah meresahkan masyarakat di provinsi berbasis kepulauan itu.

"Pak Kapolda NTT, Pak Danrem nanti kita duduk dan berbicara bersama tentang masalah ini," katanya dalam pidato pertama di hadapan pejabat daerah NTT di Kupang, Senin, 10 September 2018.

Namun pada intinya ia meminta agar Kapolda dan Danrem NTT beserta jajarannya untuk mematahkan kaki para pelaku perdagangan orang itu.

"Kalau kakinya sudah dipatahkan, datang dan berikan kepada gubernur, biar gubernur yang kasih uang," katanya.

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan sudah mengeluarkan moratorium TKI asal NTT, karena masalah itu sudah memperbudak masyarakat NTT.

Politikus Nasdem itu mengatakan akan mengembalikan sejumlah TKI asal NTT dan memberikan pekerjaan agar bisa membangun dan mengelola daerah sehingga lebih maju dan tak tertinggal.

"Mereka akan diberdayakan dan diberi modal kerja untuk berwirausaha," katanya.

Di hadapan para bupati dan wakil bupati se-NTT, ia menegaskan bahwa moratorium itu harus dilakukan karena setiap tahun angka kematian TKI asal NTT terus bertambah.

Masalah human trafficking di NTT tergolong tinggi dan kerap menjadi sorotan. Tahun 2016 misalnya, terjadi setidaknya 61 kasus dengan korban sebanyak 92 orang.

Dari 61 kasus yang masuk ke Polda NTT, 21 kasus sudah dinyatakan lengkap alias P21 oleh Kejaksaan setempat. Sementara 49 kasus masih dalam tahap penyidikan dan 9 kasus masih diselidiki.

Pada 2014 lalu, National Project Coordinator International for Migration (IOM) menghitung setidaknya ada 7.193 orang menjadi korban perdagangan manusia.

Pada tahun 2017, jumlah TKI yang jenazahnya dikirim pulang berjumlah 62 orang, sementara pada tahun 2018 sampai Agustus sudah ada 72 TKI yang jenazahnya dikembalikan ke NTT.

"Ini bukan masalah angka, namun hal tersebut merupakan sesuatu yang serius, yang perlu dibasmi hingga ke akar-akarnya," katanya.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500