Dok. Wasekjen partai Demokrat, Andi Arief. Foto: @AndiArief__/Twitter

PKS Ancam Polisikan Andi Arief Soal Mahar Politik Rp 500 Miliar

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 18:30:01 WIB

Kriminologi.id - Partai Keadilan Sejahtera atau PKS menyayangkan ucapan Andi Arief nelalui akun twitter yang menyebut PKS menerima uang Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno sebagai mahar pencapresan. PKS akan membawa cuitan itu ke kepolisian.

"Pernyataan Andi Arief jelas fitnah keji. Ini tudingan tidak main-main yang memiliki konsekuensi hukum terhadap yang bersangkutan," kata Ketua DPP PKS Ledia Hanida melalui siaran pers kepada media di Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

Ledia menyebut, tudingan Wasekjen Partai Demokrat itu persoalan serius. Sebab menerima mahar politik dalam proses pencalonan presiden adalah tindakan pidana pemilu yang fatal, dan PKS tidak melakukan hal itu.

Menurut Ledia, Andi Arief sebagai petinggi partai politik yang sempat berkuasa selama sepuluth tahun di negeri ini selayaknya tidak melemparkan tudingan serampangan tanpa ada bukti. 

Apalagi setelah itu tak diikuti oleh klarifikasi oleh partai yang bersangkutan. Sehingga, kata Ledia, tidak salah jika PKS menilai hal itu juga sikap partai politik yang menaungi Andi Arief.

"Saya melihat tidak ada klarifikasi resmi dari partainya sehingga kami menyimpulkan ini juga merupakan sikap institusi partai tempat Andi Arief bernaung," lanjut Ledia.

Penelusuran Kriminologi.id di media sosial, pernyataan Andi Arief yang kontroversial itu terjadi pada Rabu, 8 Agustus 2018. 

Melalui akun twitternya @AndiArief_ ia mencuit demikian, "Jenderal kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS."

Saat diklarifikasi oleh wartawan tentang jumlah uang yang dimaksud untuk meng-entertain PAN dan PKS itu, Andi Arief menyebut nominal uang yang dimaksud.

 "Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres," katanya ketika dikonfirmasi wartawan.

Reporter: Reza Yunanto
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500