Ilustrasi dollar palsu. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Polisi Bekuk Kiai Gadungan Pengganda Uang Dolar Amerika dan Upal

Estimasi Baca:
Rabu, 1 Ags 2018 21:46:12 WIB

Kriminologi.id - Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menangkap seorang pria yang mengaku sebagai kiai yang bisa menggandakan uang berinisial MTF. Warga Pandaan, Pasuruan itu juga mengedarkan uang dolar Amerika Serikat palsu alias upal.

Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Antonius Agus Rahmanto mengatakan, pihaknya menangkap MTF di kediamannya, wilayah Pandaan, Pasuruan.

"MTF ini berkedok sebagai kiai yang mengaku bisa menggandakan uang," katanya kepada wartawan di Surabaya, Rabu, 1 Agustus 2018.

Dari penggeledahan polisi di rumah MTF, Agus mengatakan, pihaknya menemukan berbagai barang bukti, di antaranya seribu lembar uang palsu, yang masing-masing menyerupai pecahan 100 dolar Amerika Serikat.

Selain itu polisi juga mengamankan satu peti yang seluruhnya berisi lembaran uang palsu, yang menyerupai pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

Uang mainan anak-anak yang berada di dalam peti tersebut, ia menjelaskan, hanya digunakan pelaku MTF untuk mengelabui korban dengan cara menunjukkannya secara sekilas, agar percaya bahwa dirinya yang berperan sebagai kiai benar-benar bisa menggandakan uang.

"Peralatan klenik yang diakuinya sebagai sarana untuk berpura-pura melakukan ritual menggandakan uang telah kami temukan di rumahnya, turut diamankan sebagai barang bukti," ujar Agus.

Ia mengungkapkan, penangkapan terhadap MTF merupakan pengembangan penyelidikan usai pihaknya menangkap YSN (44), warga Gunung Sari Surabaya.

Penangkapan keduanya setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat terkait dugaan peredaran uang palsu.

"Semula kami menangkap YSN di sebuah hotel kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," kata Agus.

Dalam penangkapan itu polisi mengamankan barang bukti uang palsu sebanyak 300 lembar, yang masing-masing menyerupai pecahan 100 dolar Amerika Serikat.

Informasi yang dihimpun polisi, 300 lembar uang palsu pecahan 100 dolar Amerika Serikat itu ditawarkan pelaku YSN seharga Rp 100 juta.

Ia menjelaskan, pihaknya masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui peredaran uang palsu dari kedua pelaku YSN dan MTF.

"Kami masih telusuri para korbannya, selain juga memburu pembuat lembaran-lembaran uang palsu tersebut," ujar Agus.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500