Petugas mengangkat jenazah. Foto: Antara

Polisi Berjanji Investigasi Tewasnya Wartawan Sinar Pagi M Yusuf

Estimasi Baca:
Selasa, 12 Jun 2018 18:25:38 WIB

Kriminologi.id - Pihak kepolisian dari Polda Kalimantan Selatan dan Polres Kotabaru berjanji bakal menginvestigasi kasus meninggalnya seorang wartawan Sinar Pagi, M Yusuf, ketika ditahan di sel tahanan Polres Kotabaru. Pria berusia 42 tahun itu diketahui meninggal dunia saat dilarikan ke RSUD Kotabaru.

“Investigasi diperlukan salah satunya untuk mencari tahu penyebab kematian Yusuf,” kata Kapolres Kotabaru, Ajun Komisaris Besar Pol H Suhasto, dalam jumpa persnya pada di Kotabaru, Kalimantan Selatan pada 12 Juni 2018. 

Sebelum tewas, kata Suhasto, Yusuf dikatahui tengah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotabaru. Saat penahanan itu, Yusuf kemudian diantar ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotabaru. Nahas, setelah diperiksa pihak rumah sakit Yusuf dinyatakan sudah meninggal dunia.

Menurut laporan dari Lapas, sebelum dibawa ke RSUD Kotabaru, Yusuf mengeluh sesak nafas dan muntah-muntah. Tak hanya itu, Yusuf juga sempat mengeluarkan darah. Dari situ lah Yusuf langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Setelah diperiksa oleh pihak rumah sakit, Yusuf sudah meninggal dunia," ujar Kapolres.

Dokter jaga Unit Gawat Darurat RSUD Kotabaru, dr Arul Rahman, menjelaskan Yusuf diantar oleh petugas dari Lapas Kotabaru. Setelah menerima Yusuf dari petugas lapas, pihaknya yang langsung melakukan pemeriksaan mengetahui wartawan tersebut sudah tidak ada nafas dan nadinya. 

“Kami beri bantuan dengan memijat bagian jantung, tetapi tidak ada respon. Saat itu, tubuh korban masih teras hangat," ungkap dokter jaga Arul Rahman.

Arul mengaku, pihaknya disaksikan kepolisian, pihak keluarga, dan Kejaksaan telah melakukan visum et repertum. Hasilnya, tidak ditemukan ada memar atau kekerasan akibat benda tumpul. Berdasarkan riwayatnya, Yusuf terdiagnosa menderita gagal jantung, asma atau pneumonia, infeksi paru-paru sejak 2015. Ia terakhir dirawat 17 Mei 2018.

Kapolres menambahkan, sebenarnya pihak keluarga Yusuf pernah mengajukan penangguhan penahanan ke Polres Kotabaru. Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan karena pertimbangan penyidik menilai Yusuf kurang koperatif. 

Misalnya, Yusuf sebanyak dua kali dipanggil tidak hadir oleh penyidik. Tak hanya itu, Yusuf juga tidak mau menandatangani berkas pemeriksaan, sehingga penyidik membuat surat penolakan untuk tandatangan.

Pada Senin, 11 Juni 2018 sekitar pukul 11.00 WITA jenazah Yusuf akan dikuburkan di pemakaman umum. Namun, terlebih dahulu jenazahnya dishalatkan di rumahnya yang berada di Komplek Perumnas Batuselira, Kotabaru.

Hadir dalam prosesi pemekaman, sejumlah tokoh masyarakat di antaranya Wakil Ketua DPRD Kotabaru, M Arif, tokoh agama dan rekan wartawan cetak serta elektronik di Kotabaru.

"Anaknya yang di Makassar juga datang ke Kotabaru," kata Udin, kerabat Yusuf.

Seperti diketahui, M Yusuf ditahan karena tengah menghadapi proses hukum dengan dakwaan melanggar Pasal 45 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik, terkait pemberitaan. 

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500