Geng motor di Cengkareng saat konfresi pers. Foto: Ist/Kriminologi.id

Polisi Buru 15 Anggota Geng Akeo Terkait Kejahatan Jalanan di Jakbar

Estimasi Baca:
Jumat, 7 Sep 2018 15:50:42 WIB

Kriminologi.id - Pihak kepolisian memburu 15 orang kelompok Akeo pimpinan seseorang yang berinisial BY yang diduga terlibat sejumlah aksi kejahatan jalanan. Perburuan itu dilakukan setelah polisi membekuk 14 anggota gabungan dari 3 geng motor terdiri atas Geng Slow, Taniwan, dan Akeo yang kerap menyerang secara acak para korban.

Menurut polisi, geng motor tersebut kerap menyerang pengguna jalan baik pengendara motor maupun pejalan kaki. Biasanya, aksi mereka dilakukan selama dua jam pada hari Sabtu atau malam Minggu.

“Para anggota kelompok kejahatan bersenjata tajam itu beraksi dua jam dalam sehari pada tiga lokasi berbeda di wilayah Jakarta,” kata Kapolsek Cengkareng, Kompol H Khoiri, saat konferensi pers di Jakarta, Jumat, 7 September 2018.

Khoiri mengatakan, pihaknya telah mengamankan sebanyak 14 anggota geng tersebut lantaran kerap meresahkan masyarakat di wilayah Jakarta Barat. Setiap beraksi, para pelaku menjalankan modus memepet pengendara motor atau pejalan kaki kemudian melukainya dengan senjata tajam.

Para pelaku yang ditangkap berjumlah 14 orang dan masih di bawah umur tersebut antara lain berinisial RA (20), BS (15), NS (17), GF (16), E (16), AS (16), MF (14), A (22), R (17), AR (19), AG (20), FR (18) AB (19) dan FA (22).

Pihak kepolisian hingga kini masih memburu 15 orang anggota kelompok geng motor Akeo pimpinan BY yang diduga terlibat sejumlah aksi kejahatan jalanan. 

Menurut Khoiri, kelompok kejahatan itu telah beberapa kali beraksi dalam tiga bulan terakhir. Aksi mereka pun telah memakan korban sebanyak enam orang selama tiga bulan terakhir.

“Masih ada 15 pelaku pengeroyokan lainnya yang masih dalam daftar pencarian orang Polsek Cengkareng,” ujarnya.

Bahkan menurut Khoiri, pelaku juga menarget korban yang berjalan kaki dengan modus melukai menggunakan senjata kemudian mencuri barang berharga dan melarikan diri.

"Kami akan melakukan tindak tegas. Jangan sampai terbentuk geng apapun, terutama di wilayah hukum Polsek Cengkareng," ujar Khoiri.

Khoiri juga mengatakan para tersangka yang sebagian besar pelajar tersebut, sebelum beraksi biasanya lebih dulu berkumpul di kawasan Kapuk. Sekali berkumpul bisa bergerombol hingga 50 orang. Ketika sudah pada kumpul, mereka akan konvoi mencari korban. 

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500