Ilustrasi aliran sesat. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Polisi Pastikan Guru Aliran Sesat di Riau Tidak Alami Gangguan Jiwa 

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 18:50:35 WIB

Kriminologi.id - Tersangka pelaku penistaan agama dengan cara menyebarkan aliran sesat alias menyimpang untuk merusak kitab suci umat muslim Alquran tidak mengalami gangguan jiwa.

Demikian disampaikan Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kateman, Indragiri Hilir, Ipda Hendra Gunawan dihubungi dari Pekanbaru, Kamis, 30 Agustus 2018.

"Tes kejiwaan kita lakukan sejak awal. Hasilnya dia memang normal, tidak ada gangguan kejiwaan," katanya.

Berdasarkan pemeriksaan kejiwaan tersebut, Hendra mengatakan, penyidik kepolisian meningkatkan status pelaku berinisial H alias Guru alias Suhu sebagai tersangka.

H sebelumnya ditangkap pada Senin, 27 Agustus 2018 di Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir. Penangkapan pria berusia 41 tahun itu dilakukan setelah Polisi menerima laporan masyarakat yang resah dengan ajaran pelaku untuk merusak Alquran.

"Dia memerintahkan warga untuk melakukan itu dalam keadaan sadar," ujarnya.

Dalam penanganan kasus tersebut, Hendra mengatakan, telah berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Penyidik direkomendasikan melanjutkan kasus ini karena memenuhi unsur penistaan agama.

Sejak ditangkap Senin lalu, ia menyebut, penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi serta alat bukti lainnya. Tiga murid H yang sebelumnya turut diamankan juga sudah diperiksa dan diperbolehkan pulang.

"Status muridnya masih saksi, sudah dipulangkan kemarin," tuturnya.

H alias Guru ditangkap polisi di rumahnya, Jalan Tunas Harapan Parit 7 RT 10/RW 001, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, pada Senin, 27 Agustus 2018 sore. Penangkapannya berdasarkan laporan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kateman, Said Adnan Alie (62).

Saat ditangkap, Polisi turut membawa beberapa orang yang diduga muridnya sebelum akhirnya dilepaskan karena mereka mengaku dibawah tekanan tersangka.

H sebelum menyebarkan ajaran sesat itu diketahui sebagai sosok yang bijaksana dan dikenal baik oleh masyarakat. Namun, dalam beberapa waktu terakhir H mulai bersikap aneh dengan menyebarkan aliran sesatnya itu ke warga.

"Dari pemeriksaan saksi-saksi dan yang bersangkutan, Ha kita tetapkan sebagai tersangka penistaan agama," kata Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Christian Rony Putra di Pekanbaru, Rabu, 29 Agustus 2018.

Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500