Ilustrasi pemerasan/Kriminologi.id

Polisi Peras Warga Bekasi, Korban Dipaksa Transfer Rp 12,5 Juta

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 17:25:54 WIB

Kriminologi.id - Dua anggota Polri melakukan pemerasan terhadap seorang pedagang di Bekasi. Tindakan pemerasan itu juga melibatkan dua warga sipil. Dua anggota kepolisian yang melakukan pemerasan itu adalah Singgih Permana (32) anggota Sat Resnarkoba Polres Metro Bekasi, dan Ahmad Ghazali (33), anggota Dit Pam Obvit Polda Metro Jaya. 

Sedangkan dua warga sipil yang turut membantu pemerasan yang dilakukan kedua anggota Polri itu adalah Pakih Ahmad Ken Arok (24) dan Karmo (30).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan korban tindakan pemerasan yang melibatkan anggota kepolisian itu adalah Baindro (26).

Kronologi pemerasan bermula saat korban yang merupakan seorang pedagang bersama tiga rekannya sedang berada di Jalan Harapan Baru, Kota Bekasi pada waktu tengah malam.

"Kemudian tiba-tiba datang keempat orang pelaku mendatangi korban dengan menggunakan 1 mobil dan 1 sepeda motor di mana dua dari empat pelaku merupakan anggota kepolisian," kata Argo, Kamis, 2 Agustus 2018.

Keempat pelaku itu mendatangi korban dan ketiga temannya dengan maksud untuk memeras. Korban dan ketiga temannya lalu diancam dan diminta menyerahkan uang serta barang-barang berharga miliknya. 

Tak cukup sampai di situ, korban dan ketiga temannya kemudian diangkut ke dalam mobil. Di dalam mobil, korban dan ketiga rekannya diikat tangannya dan mulutnya dilakban.

Kemudian para korban juga dipaksa untuk menyerahkan dompet mereka. Bahkan salah satu korban dipaksa untuk melakukan transfer uang dari rekening mereka.

"Setelah pelaku menghentikan mobilnya di gerai ATM BRI cabang Jalan Juanda, Bekasi, korban dipaksa dan diancam oleh pelaku untuk mentransfer uang sebesar Rp. 12.500.000 ke rekening pelaku, kemudian mereka melarikan diri meninggalkan para korban yang masih dalam keadaan terikat di gerai ATM tersebut," ujar Argo.

Menurut Argo, dalam menjalankan aksinya, keempat pelaku memiliki peran yang berbeda-beda. 

"Ada yang berperan menodongkan senjata ke arah kaki para korban, ada juga yang berperan meminta kartu ATM kepada korban secara paksa. Dua orang lainnya punya peran mengantar para korban menggunakan roda 4, dan ada juga yang bertugas meminta nomor pin kartu ATM para korban," terang Argo.

Argo menuturkan keempat pelaku diringkus Tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Kampung Gabus Dukuh, RT 04/04, Kelurahan, Srimukti, Tambun Utara, Bekasi pada Rabu, 1 Agustus 2018.

Dari tangan keempat para pelaku, tim mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 1 kartu KTP atas nama Emi Yuriana, 1 kartu SIM C dan KTP atas nama Baindro, 1 STNK sepeda motor atas nama Desi Maulana, 1 STNK sepeda motor atas nama Juandti Kristiyanti, 1 HP Samsung warna hitam, 3 HP Xiaomi warna hitam silver dan putih, 1 HP Oppo warna putih, uang tunai senilai 1 juta rupiah, 1 sepeda motor Yamaha N-Max, serta 1 unit mobil Toyota Avanza berplat nomor polisi D 1219 SK.

Atas perbuatannya, para pelaku diancam akan diganjar Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman kurungan penjara hingga 9 tahun. RZ

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500