Ilustrasi pabrik miras. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Polisi Tahan 2 Pemasok Ribuan Miras, Kodam XVII: 3 Anggota Terlibat

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 23:05:06 WIB

Kriminologi.id - Kepala Penerangan Kodam atau Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi mengakui ada tiga prajurit TNI terindikasi menyuplai ribuan botol minuman beralkohol dari Jayapura ke Yalimo, Papua. Namun, aksi tersebut berhasilkan digagalkan aparat Polsek Elelim.

"Memang benar ada anggota (TNI) yang terlibat dalam kasus pemasokan minuman beralkohol ke kawasan pegunungan tengah dan saat ini ditangani Kodim 1702 Wamena," kata Kolonel Aidi, Kamis, 2 Agustus 2018.

Aidi mengatakan, saat ini Dandim 1702 Wamena sedang berada di Elelim untuk membawa tiga anggota TNI tersebut. 

Terkait sanksi yang akan diberikan, pihak Kodam XVII/Cenderawasih, kata Aidi, akan menindak tegas anggota TNI yang terlibat dalam kasus tersebut. Mengingat para pelaku sudah menyalahgunakan tugas dan tanggung jawab serta meninggalkan tempat tugas.

"Yang bersangkutan akan ditindak tegas dan diberi sanksi sesuai peraturan yang berlaku," kata Aidi. 

Ia mengatakan, pihaknya belum menerima laporan lengkap tentang kasus tersebut termasuk nama-nama anggota TNI yang terlibat.

Sementara itu, Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Reba secara terpisah mengatakan kini penyidik sudah menetapkan dan menahan dua tersangka pemilik 2.593 botol minuman keras yakni WF dan JS. Barang bukti dan kedua tersangka serta sembilan unit mobil jenis estrada untuk mengangkut miras yang dikemas dalam 70 unit karton itu masih diamankan di Polsek Elelim.

Berdasarkan data yang dihimpun, tiga anggota TNI AD yang diduga terlibat dalam kasus pengiriman minuman beralkohol pada Kamis, 2 Agustus 2018 sekitar pukul 09.20 WIT itu yakni Sertu JS, Sertu M dan Pratu AF.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Sektor Elelim, Kabupaten Yalimo menahan dua pemasok dan pemilik 70 karton minuman keras yakni WF dan JS. Para pelaku membawa 2.593 botol miras jenis Robinson dan Vodka dari Jayapura ke Yalimo dengan menggunakan sembilan mobil. 

Kasus ini terungkap saat masyarakat setempat curiga adanya iring-iringan mobil yang melintas. Setelah dicek ternyata mereka membawa minuman keras yang diduga akan dijual di kawasan pegunungan tengah seperti di Tolikara, Lanny Jaya, Puncak Jaya atau Mamberamo Tengah.

Yan Reba mengakui, ini merupakan kasus pertama kali terjadi sejak ruas jalan trans Papua poros Jayapura-Wamena bisa dilewati sejak Juli lalu. 

KOMENTAR
500/500