Rilisi kasus senjata ilegal di Polda Jabar. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Polisi Telusuri Pemilik Senpi Rakitan Cipacing

Estimasi Baca:
Rabu, 14 Mar 2018 12:30:41 WIB
Ditreskrimum Polda Jabar tengah membuka data penjualan senjata api ilegal dalam setahun terakhir ini guna melihat keterkaitan dengan kasus di Cipacung. Termasuk memburu warga sipil yang memiliki senpi ilegal Cipacing.

Kriminologi.id - Senjata api ilegal hasil rakitan dan modifikasi pengrajin senapan angin Cipacing, terus diungkap penyidik Ditreskrimum Polda Jabar. Tujuannya adalah untuk mencari jumlah senjata api yang dimiliki warga sipil.

Dengan terungkapnya penjualan senjata api ilegal secara online, Polda Jabar akan melakukan pendalaman kepada penjual dan para pelaku kejahatan yang sudah tertangkap, untuk mengetahui berapa banyak penjualan oleh jaringan sindikat galon ini.

Direskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Umar Surya Fana menjelaskan, saat ini penyidik tengah membuka file pelaku kejahatan bersenpi, untuk meneliti senpinya apakah berasal dari Cipacing atau tidak.

"Secara otomatis kami membuka file para pelaku kejahatan, yang menggunakan senpi untuk kita teliti apakah berasal dari Cipacing atau bukan," jelasnya, Rabu (14/3).

Baca Juga: Sekali Transaksi, Satu Senpi Ilegal Cipacing Dibanderol Rp 9-20 Juta

Untuk barang bukti yang disita saat ini ada 14 pucuk senjata api ilegal dari berbagai merk dan varian

"Penelusuran saat ini, mencocokan data jual beli selama setahun terakhir oleh para pelaku. Ini masih kita dalami," paparnya.

Para pelaku yang diamankan ini, memang berperan sebagai penjual (marketing) hingga kurir.

"Mereka ini empat pelaku, tugasnya menawarkan, lalu memproses pesanan dan mengirimkan barang melalui paket," jelas Direskrimum.

Nantinya, barang bukti senjata api ilegal ini akan dimusnahkan sesuai putusan pengadilan.

"Senjata ilegal pasti dimusnahkan, dengan pengungkapan saat ini kami akan genacar menertibkan pemilik senpi Ilegal," terangnya.

Baca Juga: Perakit Senpi Ilegal Cipacing Modifikasi Airsoft Gun dalam 2 Jam

Ditambahkan Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Jabar, AKBP Fahmi proses pengiriman dilakukan melalui paket.

"Jadi pengiriman senjata api kepada pembeli dilakukan lewat ekspedisi paket. Namun para penjual jeli dengan tidak menggunakan jasa paket atau ekspedisi yang terkenal, agar tidak terdeteksi bahwa paket yang dikirim adalah senjata api," katanya menjelaskan.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500