Ilustrasi penangkapan perampok (07/08/2018). Ilustrasi: Tribratanews

Polisi Tembak Mati Perampok Gaji Pensiunan Guru di Tangerang

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 13:50:55 WIB

Kriminologi.id - Polisi menembak mati perampok gaji pensiunan guru berinisial J saat ditangkap di lokasi persembunyiannya daerah Lampung, Minggu, 5 Agustus 2018.

Komplotan perampok ini berjumlah lima orang yang salah satunya adalah anak di bawah umur yang berperan membujuk korbannya masuk dalam mobil. 

Tiga pelaku perampokan lainnya yang ditangkap berinsial A (40), N (31) dan RN (12). Komplotan ini merampas uang tunai Rp 10 juta milik dua pensiunan guru berinisial RD (76) dan TR (65)  di Jalan Gatot Subroto, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten 

"Mereka ini menggunakan anak di bawah umur untuk menjadi modus mereka ya," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan saat dikonfirmasi, Selasa, 7 Agustus 2018.

Aksi perampokan itu bermula saat kedua korban hendak pulang ke rumahnya usai mengambil uang pensiunan di salah satu bank swasta yang berada di Jalan Ahmad Yani, Tangerang, pada Rabu, 1 Agustus 2018.

Untuk sampai ke rumah, dua penisunan guru ini harus dua kali menumpang angkutan kota. Saat hendak menunggu angkot di pinggir jalan, tiba-tiba para tersangka yang menggunakan mobil berhenti tepat di hadapan mereka.

Pengendara mobil ini mengajak dua pensiunan guru masuk ke dalam mobil dengan alasan anak yang masih kecil hendak mengantarkan ke rumah. 

Tanpa menaruh curiga, keduanya masuk dalam mobil dan duduk di bangku tengah. Tidak lama kemudian, kedua pensiunan guru itu langsung dibekap oleh dua orang pelaku yang muncul dari bangku belakang.

Pelaku menganiaya korban dengan cara dipukuli hingga babak belur. Pelaku sempat mengancam akan menembak kedua korban jika berteriak.

Usai menganiaya dan menguras hartanya, para pelaku membuang dua korbannya ini dipinggir jalan.

"Korban dikeluarkan dari mobil dengan paksa. Para pelaku ini menendang korban hinga jatuh ke jalan," ucap Harry. 

Korban langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Berbekal laporan, polisi melakukan penyelidikan. Minggu, 5 Agustus 2018, para pelaku berhasil ditangkap di kawasan Bandar Lampung. 

Bahkan, seorang tersangka berinisial J harus di tembak mati lantaran mencoba melawan saat hendak ditangkap.

Sementara, satu tersangka yang masih berumur 12 tahun itu telah diserahkan ke Balai Pemasyarakatan untuk memberikan tindakan. 

"Dan satu orang yang berusia 12 tahun kami sudah berkoordinasi dengan balai pemasyarakatan untuk dilakukan tindakan dengan sistem peradilan pidana," kata Harry.

Dari kejadian ini, ketiga pelaku yang masih hidup dikenakan Pasal 365 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Mereka terancam pidana maksimal 12 tahun penjara.

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500