Lokasi pengerusakan Kantor Desa Cibarusah, Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Polisi Tetapkan 1 Tersangka Pengrusakan Kantor Desa Cibarusah Bekasi

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 21:50:27 WIB

Kriminologi.id - Kantor Desa Cibarusah, Kabupaten Bekasi dirusak sekelompok orang, Kamis, 30 Agustus 2018 siang. Akibatnya kaca dan jendela rusak dihancurkan sekelompok massa yang diduga berasal dari salah satu kubu yang tidak terima jagoannya kalah dalam pemilihan kepala desa.

Kejadian berawal saat pemilihan kepala Desa (Pilkades) Cibarusah pada Rabu, 29 Agustus 2018. Diduga salah satu kubu yang kalah tidak terima hal tersebut. Massa yang tidak terima terhadap kekalahan calon yang diusungnya kesal.

Keesokan harinya, sekitar 100 orang dari salah satu pendukung mendatangi kantor Desa Cibarusah untuk meminta kejelasan dari panitia penyelanggara Pilkades.

Sampai di lokasi, massa semakin kesal lantaran kantor Desa Cibarusah sepi. Melihat itu massa marah dan merusak beberapa bagian kaca dengan batu dan mencoret-coret kantor Desa.

Beruntung dalam kejadian pengerusakan yang berlangsung sekitar 10 menit tersebut, tidak ada korban jiwa meski saat pengrusakan terdapat beberapa petugas yang berada di dalam kantor.

Lokasi pengerusakan Kantor Desa Cibarusah, Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id
Lokasi pengerusakan Kantor Desa Cibarusah, Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Dalam kejadian itu Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi mengamankan tujuh pria yang diduga merusak Kantor Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. 

Dari tujuh yang diamankan, satu orang berinisial L ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan pengerusakan dengan melempari kaca kantor Desa.

"Sisanya enam orang statusnya masih saksi, dan masih dalam pemeriksaan," kata Kapolres Metropolitan Bekasi Kombes Candra Sukma Kumara di Maporestro Bekasi, Jumat, 31 Agustus 2018.

Menurut Chandra, situsia usai pemilihan kepala desa sudah bisa diredam, para pendukung yang jagoannya kalah sudah mulai menerima kekalahannya.

"Sudah tidak ada gejolak lagi, sudah aman situasinya," ujar Chandra.

Akibat perbuatannya, tersangka L bisa dijerat Pasal 406 KUHP tentang perusakan dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500