Ilustrasi penusukan. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Polisi Tikam Warga di Ternate, Bermula dari Pengeroyokan

Estimasi Baca:
Minggu, 12 Ags 2018 07:00:34 WIB

Kriminologi.id - Anggota kepolisian yang berdinas di Polda Maluku Utara yaitu Bripda B menikam dua warga di Kota Ternate. Akibat penikaman itu, Bripda B menjadi sasaran pengeroyokan warga hingga babak belur dan dirawat di rumah sakit.

Pengeroyokan  yang bermula dari tindakan penikaman itu terjadi pada Sabtu, 11 Agustus 2018 dini hari sekitar pukul 03.00 WIT.

Saat itu kedua korban bersama beberapa rekannya sedang nongkrong di pinggir jalan Kelurahan Kampong Makassar Timur, Kota Ternate.

Lalu pelaku bersama rekannya yang mengendarai sepeda motor datang dan berusaha membubarkan korban dan rekannya yang sedang nongkrong itu.

Pelaku saat itu dalam kondisi mabuk dan memicu pertengkaran dengan korban dan rekannya yang tak terima diminta bubar.

Pelaku yang merasa terdesak tiba-tiba mencabut pisau dan menikam kedua korban lalu melarikan diri sambil berteriak mengaku sebagai anggota polisi.

Warga yang melihat penusukan itu ramai-ramai mengejar pelaku. Ketika berhasil mencegat pelaku, warga langsung mengeroyok tanpa ampun hingga pelaku babak belur.

Salah seorang korban penusukan yaitu Lipifai Mustari mengalami luka di bagian dada, dan seorang lagi mengalami luka di bagian punggung dilarikan ke RS Chasan Boesori. Sementara pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Ternate.

Kabid Humas Polda Maluku Utara AKBP Hendri Badar membenarkan insiden penusukan yang dilakukan Bripda B.

Menurut Hendri, Bripda B terpaksa mencabut pisau dan menikam kedua korban karena merasa terdesak untuk membela diri.

Namun ia memastikan perbuatan yang dilakukan Bripda B akan diproses secara hukum.

"Kasus ini tetap akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, baik oknum anggota Polda Malut yang melakukan penikaman tersebut maupun warga yang melakukan pengeroyokan terhadap anggota polisi," ujar Hendri.

Sementara itu untuk menghindari aksi balasan, kepolisian telah mendatangi keluarga korban dan memberi pemahaman duduk persoalan.

Namun ayah korban, Samsudin Mustari meminta kepolisian menindak tegas pelaku penusukan anaknya. Ia bahkan mendesak Kapolri untuk menindak pelaku.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500