Dok. Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian. Foto: Ist/Kriminologi.id

Polisikan Rocky Gerung Tiga Kali, Jack Lapian Percaya Pada Hukum

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Apr 2018 06:05:18 WIB
Selain melaporkan Rocky Gerung di Bareskrim Polri, Cyber Indonesia sudah melaporkan dosen filsafat Universitas Indonesia itu sebanyak dua kali yakni di Polda Sulawesi Utara dan Polda Metro Jaya.

Kriminologi.id - Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian menyatakan dirinya yakin laporan dugaan penistaan dan penodaan agama yang dilakukan Rocky Gerung bakal diproses polisi. 

Sebelumnya, Jack melaporkan Rocky Gerung ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri karena ucapannya di muka umum pada program Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One pada Selasa, 10 April 2018 malam.

"Kita berpegang pada hukum aja," kata Jack saat dihubungi Kriminologi.id di Jakarta, Senin, 16 April 2018.

Selain melaporkan Rocky Gerung di Bareskrim Polri, Cyber Indonesia sudah melaporkan dosen filsafat Universitas Indonesia itu sebanyak dua kali yakni di Polda Sulawesi Utara dan Polda Metro Jaya.

Terkait laporan di Polda Sulut, Jack mengatakan itu merupakan panggilan anggota Cyber Indonesia di daerah, bukan atas permintaan siapa-siapa.

"Kami tidak bisa intervensi teman-teman di daerah kan? Mereka yang laporkan (karena) nurani," katanya.

Sebelumnya, Jack mengatakan Rocky dilaporkan ke polisi karena pernyataannya bertentangan dengan sila pertama Pancasila.

"Pernyataan itu bagi kami sangat bertentangan dengan Ideologi Negara yaitu Pancasila, khususnya Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa)," ucap Jack Boyd Lapian di Jakarta, Senin, 16 April 2018.

Menurut Jack, pernyataan tersebut berpotensi kuat dapat memecah belah kerukunan antar umat beragama dan keutuhan NKRI.

Pada pokoknya, kata Jack, pernyataan itu bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut masyarakat di Indonesia.

"Jika terus dibiarkan maka ini akan berdampak kepada keyakinan bahwa Kitab Suci adalah Fiksi menjadi pembenaran diri bagi Rocky Gerung," ucapnya.

Lebih lanjut Jack menjelaskan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata Kitab memiliki arti sebuah buku dan kata Suci memiliki arti bersih. Dalam arti keagamaan menurutnya bebas dari dosa, bebas dari noda, bebas dari kesalahan.

"Sedangkan fiksi adalah cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya) rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan. Fiksi juga merupakan pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran," ujarnya.

"Sementara Kitab Suci berisi Wahyu Tuhan yang dibukukan, yang memuat ajaran-ajaran tentang seluruh aspek kehidupan bagi seluruh umat beragama," ujarnya.

Reporter: Marselinus Gual
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500