Pollycarpus Budihari Priyanto menunjukkan surat bebas murni (29/08/2018). Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Pollycarpus, Terpidana Pembunuh Munir Bebas Murni

Estimasi Baca:
Rabu, 29 Ags 2018 10:00:05 WIB

Kriminologi.id - Pollycarpus Budihari Priyanto terpidana pembunuh aktivis Hak Asasi Manusia atau HAM, Munir mengakhiri masa bimbingan pembebasan bersyarat. Terpidana kasus pembunuhan aktivis HAM Munir itu, bebas murni.

Kabag Humas Ditjen PAS, Ade Kusmanto mengatakan bebas murni didapat setelah Pollycarpus menjalani masa bimbingan pembebasan bersyarat sejak akhir November 2014.

”Pembebasan bersyarat 29 November 2014, akhir masa bimbingan pembebasan bersyarat 29 agustus 2018," kata Ade, Rabu, 29 Agustus 2018.

Pollycarpus divonis hakim 14 tahun penjara lantaran terbukti bersalah atas meninggalnya Munir pada 7 September 2004. Selama masa penahanan 14 tahun, Pollycarpus mendapat remisi kurang lebih 4 tahun.

Sebelumnya Suciwati (49), kecewa terhadap kinerja pemerintah menuntaskan kasus pembunuhan suaminya, aktivis hak asasi manusia (HAM)  Munir Said Thalib.

Ia mengingatkan kembali komitmen Presiden Joko Widodo saat mengundang pakar hukum dan HAM,  22 September 2016. Hasil pertemuan, Jokowi berjanji menuntaskan kasus pembunuhan Munir. Pada 14 Oktober 2016, Jokowi langsung memerintahkan Jaksa Agung  merealisasikan janjinya.

“Jaksa Agung tidak mendengarkan presiden, dia diam saja. Harusnya diganti (Jaksa Agung), sederhana menurut saya, tapi ini tidak,” ujarnya saat dihubungi, 9 September 2017.

Jalan gelap mencari keadilan kembali harus dilalui. Revolusi Mental dan Nawa Cita Jokowi bagi Suciwati tinggal jargon semata. Pemerintah yang seharusnya mengumumkan dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) Munir ke publik, tapi ternyata sebaliknya.

“Saya sudah pesimis dengan pemerintahan ini. Tapi saya optimis dengan bertambahnya anak anak muda mengisi ruang perlawanan untuk mendorong tuntasnya pengusutan kematian munir," ujarnya.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500