Ilustrasi Sapi Gelonggongan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Praktik Gelonggongan, Polisi Ciduk Pemilik Penampungan Sapi di Ngawi

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 22:50:05 WIB

Kriminologi.id - Polisi amankan pemilik penampungan sapi di Gang Mawar, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Ngawi, Jawa Timur, Ahmad Naimthowi dan pekerjanya Khamim karena kedapatan berpraktik gelonggongan.   

Di lokasi itu, sapi-sapi dipaksa minum banyak air agar bobot sapi bertambah dalam waktu singkat sehigga pedagang meraup keuntungan besar. Satu ekor sapi ditemukan tewas akibat praktik gelonggongan tersebut.

"Begitu ada informasi kegiatan gelonggongan, anggota langsung melakukan tindakan kepolisian, yakni menangkap dan menahan tersangka," ujar Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu, Kamis, 2 Agustus 2018.

Pranatal mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, praktik gelonggongan itu dilakukan dengan memberikan air minum secara paksa kepada sapi sebanyak tujuh kali di rumah penampungan tersebut.

Tujuannya untuk meningkatkan massa daging sehingga bobot sapi bisa meningkat signifikan. Setelah digelonggong, sapi-sapi tersebut dijual ke wilayah Surabaya, Jawa Timur.

Dengan cara curang tersebut, kata Pranatal, pedagang sapi gelonggongan mengeruk keuntungan Rp 500 ribu per ekornya. Rata-rata sapi tersebut dijual dengan harga Rp 23 juta per ekor.

"Temuan kasus ini perlu kita antisipasi mendekati Hari Raya Kurban. Sebab untuk proses pemotongan sapi pemerintah sudah mempunyai aturan dan penggelonggongan ini adalah cara yang dilarang. Sehingga polisi mengadakan tindakan," tutur Pranatal menambahkan.

Berdasarkan pengakuan tersangka, kegiatan tersebut telah dilakukan sejak delapan hari terakhir. Setiap hari pelaku mengirimkan sapi hasil gelonggongan dengan jumlah total pegiriman sebanyak tujuh kali.

Dari rumah penampungan itu, selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya beberapa selang yang digunakan untuk menggelongong sapi, enam ekor sapi potong jenis Brahman dan Limousin yang masih hidup, serta satu ekor sapi yang telah mati akibat terlalu banyak minum air.

Bangka sapi itu rencananya akan diambil sampel darah oleh tim Polres Ngawi untuk dikirim ke laboratorium kesehatan.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Tersangka terancam hukuman pidana penjara selama lima tahun. 

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500