Obat-obatan tradisional. Foto: Pixabay.com

Pria Ngaku dari India Tipu Warga Jual Obat Bisa Sembuhkan Stroke

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 05:05:15 WIB

Kriminologi.id - Mengaku dari India, seorang pria berinisial AJ menipu sejumlah warga Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, dengan modus menjual obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Kepala Dusun Warnasari Kaja, Komang Sudiarta, mengatakan dalam menjalankan aksinya AJ meyakinkan warga kalau obat yang dijualnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit berat seperti stroke dan kelumpuhan. 

“Sepengetahuan saya, ada dua warga sini yang membeli obat dari orang itu dengan harga sampai jutaan rupiah,” kata Komang Sudiarta.

Bahkan, kata Komang, mertuanya pun turut tergiur dan membeli obat dari orang tersebut. Padahal, Komang sudah mengingatkan mertuanya.

"Namanya juga orang sakit dan ingin sembuh, begitu diyakinkan kalau dengan obat itu bisa sembuh tanpa pikir panjang langsung membelinya," katanya.

Selain itu, salah seorang warga Desa Warnasari, Kecamatan Melaya yang minta namanya tidak disebutkan mengungkapkan AJ menjual obatnya hingga harga Rp 6 juta.

Bagi warga yang belum memiliki uang sejumlah itu bisa memberikan uang muka Rp 1 juta, dengan janji ia akan datang lagi untuk mengecek dan memastikan orang yang sakit sembuh.

"Tapi sampai dua minggu orang itu tidak datang lagi, serta obatnya tidak memiliki khasiat apa-apa karena yang sakit tidak ada perubahan untuk sembuh," katanya.

Komang Eli, salah seorang warga Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya mengatakan, ada salah satu tetangganya yang membayar Rp 4 juta karena tergiur dengan janji AJ untuk menyembuhkan anaknya yang lumpuh.

Sama dengan di Desa Warnasari, setelah mendapatkan uang tersebut, AJ tidak datang lagi. Sementara anak yang sakit lumpuh itu juga tidak sembuh.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, Putu Suasta, saat dikonfirmasi mengimbau warga untuk waspada terhadap oknum yang menawarkan pengobatan atau menjual obat dengan janji bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

"Jangankan orang yang tidak jelas latar belakang pengetahuan medisnya, kalau ada orang yang mengaku dokter dan mendatangi rumah-rumah warga juga harus diwaspadai karena bisa saja hanya mengaku sebagai dokter," kata Putu.

Putu mengatakan, jika ada orang yang mengaku petugas medis, meskipun membawa kartu dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), harus tetap diwaspadai dengan cara mengecek kebenarannya.

Menurutnya, dalam dunia medis, tidak mungkin seseorang yang sakit apalagi tergolong berat hanya diobati dengan satu jenis obat.

"Apalagi satu jenis obat itu bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Tidak mungkin itu, saya minta masyarakat berpikir rasional jangan termakan janji-janji," katanya.

Pihaknya juga menyayangkan masyarakat yang dengan gampang membayar jutaan rupiah, padahal kalau berobat ke Puskesmas atau rumah sakit pemerintah bisa mendapatkan pelayanan gratis.

Ia mengaku, sudah pernah menelurusi dan melarang lembaga yang mengaku untuk pelayanan kepada masyarakat yang menderita penyakit kanker, namun ujung-ujungnya menjual obat dengan harga yang mahal.

Hingga kini, oknum yang disangka penjual obat itu belum diketahui keberadaannya, sehingga masyarakat setempat belum melapor ke aparat kepolisian setempat. 

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500