Gedung Apartemen Kalibata City. Foto: Rizky Aditya/Kriminologi.id

Prostitusi Apartemen Kalibata City, Penghuni: Selalu Ada Pemain Baru

Estimasi Baca:
Minggu, 12 Ags 2018 21:05:20 WIB

Kriminologi.id - Praktik prostitusi di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, yang dibongkar aparat kepolisian mendapat apresiasi dari penghuni apartemen. Meski kerap diungkap oleh pengelola maupun aparat kepolisian, praktik tersebut belum lenyap

Keberadaan praktik prostitusi di apartemen tersebut selalu ada pemain baru yang kembali menjajakan tempat untuk dijadikan bisnis mesum tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Kanis, salah seorang penghuni apartemen Kalibata City. Kanis yang sudah tinggal selama 10 tahun menuturkan, para penghuni dan pengelola Kalibata City selalu berupaya membersihkan praktik-praktik menyimpang. 

“Namun selalu ada saja 'pemain-pemain' baru yang mencoba mencari celah di kawasan Kalibata City. Dengan masuknya kepolisian, apalagi dari Polda Metro Jaya, kami yakin akan membuat para mucikari dan yang lainnya itu berpikir dua kali untuk kembali masuk ke sini," kata Kanis di Jakarta pada Minggu, 12 Agustus 2018.

Hal senada diungkapkan Chanies Prabowo, salah satu penghuni di tower Flamboyan Apartemen Kalibata City. Menurut Chanies dirinya beserta para penghuni mendukung dan memuji langkah kepolisian serta pengelola apartemen yang kembali berhasil membongkar praktik prostitusi di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

"Kami senang polisi membongkar kasus-kasus prostitusi di sini. Karena sebenarnya pelaku praktik prostitusi ini dari luar, bukan pemilik. Kami sebagai pemilik atau penghuni jadi geram," kata Chanies.

Chanies mengatakan, para penghuni berharap praktik prostitusi di tempat tinggal mereka bisa ditumpas. Pasalnya, praktik prostitusi yang dilakukan oleh pihak luar tersebut membuat nama Kalibata City menjadi negatif.

"Ketika ada yang bertanya Kamu tinggal di mana, agak sungkan jawabnya. Karena asumsi orang terhadap Kalibata City sudah negatif duluan," tuturnya.

Sebelumnya, Tim Subdit Renakta Ditkrimum Polda Metro Jaya menangkap 32 orang terkait praktik prostitusi di apartemen Kalibata City. General Manajer Pengelola Kalibata City, Ishak Lopung, mengatakan penangkapan 32 orang terkait prostitusi ini merupakan hasil kerja sama antara para penghuni, pengelola, dan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.

Pengungkapan kasus ini bermula ketika pengelola mendapat infomasi dari penghuni mengenai adanya penyalahgunaan unit apartemen sebagai tempat prostitusi. Informasi tersebut lantas diteruskan kepada pihak kepolisian.

Atas dasar informasi itu, kepolisian dan pengelola apartemen pun melakukan razia pada Kamis, 2 Agustus 2018 sekitar pukul 22.00 WIB hingga Jumat, 3 Agustus 2018 dinihari. Hasilnya, ada sekitar 32 orang yang terjaring.

Pada saat itu, polisi juga mengamankan seorang pria yang merupakan agen property. Pria tersebut diketahui menyewakan unit apartemennya secara harian beserta satu orang karyawannya. Menurut Ishak, penyalahgunaan sewa harian apartemen oleh oknum agen properti inilah yang menjadi salah satu penyebab praktik prostitusi di Kalibata City. 

Padahal pengelola sudah melarang keras agen properti untuk menyewakan secara harian. Larangan tersebut telah disampaikan sejak lama baik secara langsung kepada si agen properti, juga melalui spanduk besar yang dipasang di banyak titik kawasan apartemen Kalibata City.

"Tapi ada saja agen nakal yang mencari celah. Karena kami hanya mengawasi area bersama, kami tidak bisa memeriksa langsung ke unit-unit apartemen, itu area privasi pemilik unit," kata Ishak.

Pengelola Kalibata City menegaskan akan terus melakukan razia untuk menghilangkan praktik prostitusi di tempat itu. Pengelola Kalibata City telah bekerja sama dengan Polda Metro Jaya pada Mei 2018 lalu untuk memberantas prostitusi di kawasan tersebut.

“Kami akan terus berupaya bagaimana menjadikan apartemen ini menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman dan sehat bagi penghuni," kata Ishak. AS

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500