Provos Periksa Tiga Polisi Berfoto Injak Badan Hiu Tutul di Bantul. Foto: Ist/Kriminologi.id

Provos Periksa Tiga Polisi Berfoto Injak Badan Hiu Tutul di Bantul

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 14:30:13 WIB

Kriminologi.id - Polisi yang berfoto menginjak badan hiu tutul yang terdampar di Pantai Parangkusumo, Bantul diperiksa provos. Ketiga polisi itu berdiri di atas bangkai hiu tutul yang tewas terdampar di Pantai Parangkusumo, Bantul, dan sempat viral di media sosial.

Dalam foto tersebut, dua oknum polisi berdiri di badan hiu tutul, sedangkan satu oknum polisi mengenakan rompi bergaya sambil jongkok tepat di atas kepala hiu.

Terkait dengan ulah ketiga oknum tersebut, Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto menegaskan bahwa ketiga oknum tersebut sudah menyesal atas perilakunya. 

"Anggota tersebut sudah menyesal karena perilakunya," ujar Yulianto kepada Kriminologi.id melalui pesan singkatnya, Selasa, 28 Agustus 2018.

Ketiga oknum tersebut, kata Yulianto, saat ini sudah diperiksa oleh Provos. Pihaknya juga masih menyelidiki dan mendalami kasus ini untuk menentukan sanksi yang tepat bagi ketiganya.

"Anggota tersebut sudah diperiksa oleh Provos dan sedang didalami jenis hukuman apa yang pantas diberikan," kata Yulianto.

 

Melalui akun Twitter resmi Polda DIY @PoldaJogja juga meminta maaf atas kejadian itu. "Terkait kejadian tiga anggota kami yang tertangkap kamera sempat menaiki ikan hiu tutul mati tersebut, kami memohon maaf. Tidak ada maksud tertentu atas peristiwa tersebut."

Foto yang diunggah oleh akun I Gede Arya Wisnu @aryawiznu itu menuai kecaman dari netizen. Salah satu kecaman itu ditulis oleh akun Adibfadli. Ia menulis, "Tolong berikan info updatenya, apa sanksi utk 3 oknum tsb? Hal konyol kyk gini ga bs dibiarinlah. Asian games masih berlangsung, mata International tertuju ke seluruh penjuru Indonesia termasuk ke Jogja!! Bikin malu aja!!"

Sebelumnya, seekor Hiu Tutul memiliki panjang sekitar 4 meter ditemukan warga telah terdampar di Pantai Parangkusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, 27 Agustus 2018 sekitar pukul 04.30 WIB. Petugas SAR dan Ditpolair Polda DIY berusaha untuk mengevakuasi hiu dengan berat sekitar 1 ton itu.

Menurut Komandan SAR Linmas Bantul, Muhamamd Arief Nugraha, ikan hiu tersebut kali pertama ditemukan oleh warga yang sedang melakukan aktifitas menjaring ikan di pantai. Warga tersebut kemudian melapor ke Posko SAR Parangtritis.

Ketika ikan itu ditemukan, kata Arief, ia masih dalam kondisi hidup namun lemah. Kepastian hidup itu terlihat dari insang dan beberapa bagian tubuh ikan yang masih bergerak-gerak. Satu jam kemudian, kata Arief, insang tersebut sudah tidak bergerak.

Proses penguburan Hiu Tutul mati di Pantai Parangkusumo oleh petugas pada Senin 27 Agustus 2018 sore. Untuk mengevakuasi tersebut, Ditpolair Polda DIY harus mendatangkan escavator untuk membuat lubang besar yang membutuhkan waktu hampir satu jam.

Reporter: Yenny Hardiyanti
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500