Ilustrasi Pekerja Seks Komersial, Foto: Pixabay

PSK Jadikan Rumahnya Sebagai Lokasi Prostitusi Terselubung di Tuban

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 10:30:56 WIB

Kriminologi.id - Pekerja seks komersial atau PSK menjadikan rumah tinggalnya di kawasan Dusun Ngomben, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Tuban, Jawa Timur sebagai tempat porstitusi terselubung.

Rumah PSK sekaligus muncikari itu digerebek petugas gabungan dari Polisi, TNI dan Satpol PP. Dalam penggerebekan itu petugas mengamankan muncikari dan PSK.

Para wanita yang terbukti sebagai PSK kemudian dikirim ke panti rehabilitasi yang berada di Kediri, Jawa Timur pada Senin, 3 September 2018.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tuban, Heri Muharwanto, mengatakan pengungkapan adanya praktik prostitusi terselubung berdasarkan laporan masyarakat.

Dari situ pihaknya kemudian melakukan operasi gabungan dengan menyisir lokasi kawasan Ngomben, Desa Sukolilo untuk memberantas keberadaan praktik prostitusi tersebut. 

Rumah yang disinyalir digunakan untuk tempat mesum di desa tersebut diperiksa satu per satu. Hasilnya, petugas mendapati beberapa rumah memiliki kamar-kamar yang disewakan untuk berbuat asusila dan transaksi dengan para PSK.

"Kegiatan ini merupakan operasi gabungan. Kita berhasil mengamankan beberapa wanita termasuk yang berperan sebagai mucikarinya," ujar Heri Muharwanto di Tuban, Jawa Timur seperti dikutip Beritajatim.com pada Senin, 3 September 2018. 

Menurutnya, total ada 8 perempuan yang diamankan oleh petugas. Mereka kemudian di bawa ke kantor Satpol PP guna pendataan. Salah satu dari wanita itu termasuk sebagai PSK dan sekaligus juga sebagai mucikari.

"Untuk satu wanita yang merupakan warga situ sebagai mucikarinya. Tapi kalau ada yang boking, dia juga merangkap sebagai PSK," ujarnya.

Dari delapan wanita yang diamankan, sebanyak tiga wanita memang terbukti sebagai PSK. Mereka langsung dikirim ke panti rehabilitasi yang berada di Kabupaten Kediri.

Sementara beberapa wanita lainnya masih dilakukan pendataan dan pembinaan di Pemkab Tuban.

"Kalau yang terbukti PSK dikirim di panti rehabilitasi di Kediri. Kalau tidak terbukti diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi. Surat itu diketahui kepala desa dan camat setempat," ujarnya.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: beritajatim.com
KOMENTAR
500/500