Ilustrasi pungli penerimaan siswa baru di SMP Negeri 5 Mandau (08/08/2018). Ilustrasi: Bantenprov.go.id

Pungli Penerimaan Siswa Baru, Pegawai SMPN 5 Mandau Jadi Tersangka

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 15:40:48 WIB

Kriminologi.id - Seorang pegawai Tata Usaha SMP Negeri 5 Mandau Kabupaten Bengkalis berinisial ZE ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan atau OTT polisi beberapa waktu lalu. 

Polisi melakukan OTT setelah menerima pengaduan masyarakat adanya pungutan liar saat penerimaan siswa baru atau PSB dan murid susulan/murid pindahan pada SMPN 5 Mandau Kabupaten Bengkalis. 

Pungutan liar itu dengan alasan pembelian baju seragam sekolah dan juga operasional sekolah lainnya. 

"Total uang sekitar Rp 14.000.000 yang diamankan saat itu dari seluruh siswa baru yang masuk lewat belakang, dan perkara ini masih pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi," kata Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Andrie Setiawan, Bengkalis, Rabu, 8 Agustus 2018.

Menurut Andrie, OTT ini dilakukan awalnya dari laporan masyarakat dengan modus uang penerimaan murid baru dan murid susulan atau murid pindahan pada SMPN 5 Mandau Kabupaten Bengkalis. 

"Dari laporan ini kemudian dilakukan penyelidikan dan kemudian berhasil mengamankan satu orang ZE dan sejumlah uang sebagai barang bukti," kata Andrie.

Dia menambahkan, setiap orang tua yang memasukkan anaknya dari sekolah lain atau pindahan dikenakan biaya sekitar Rp 2.300.000, dan adanya permasalahan dari orang tua murid mengenai uang seragam sekolah.

Sebelumnya, Ketua Komite SMP 5 Mandau Jumaidi membenarkan adanya OTT itu. Malah dia juga mengaku dipanggil pihak kepolisian untuk memberikan keterangan pada Unit Reskrim Polres Bengkalis di area Satlantas 125 Duri.

"Awalnya tak tahu ada OTT. Tapi tiba-tiba saya ditelepon polisi dan diminta datang ke Satlantas 125 untuk memberikan keterangan. Di situ saya tahu ada kasus OTT," ujar Jumaidi yang dipanggil hanya selang beberapa jam setelah OTT, Sabtu 28 Juli 2018.

Dia mengaku tak mengetahui pasti persoalan OTT itu. Tapi dari informasi yang didapatnya, OTT berlangsung ketika oknum TU tertangkap tangan tengah menerima uang PPDB yang masuk lewat 'pintu belakang'.

"Informasinya OTT terkait siswa masuk belakangan yang merupakan anak pindahan. Kalau tak salah orang tuanya membayar sekitar Rp 2.300.000," kata Jumaidi lagi.

Karena ini menyangkut masalah pungli PPDB, ujar dia, akhirnya puluhan orang tua siswa yang masuk belakangan ikut terpanggil juga. Begitu juga uang seragam yang kemudian dipermasalahkan. 

"Tidak hanya saya. Orang tua yang anaknya masuk belakangan juga dipanggil. Saya tahunya ada tetangga yang cerita orang tuanya dipanggil karena anaknya masuk belakangan," ujar Jumaidi lagi.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500