Ilustrasi pungli. Ilustrasi: Kriminologi.id

Pungli Rp 50 Ribu di Bandara Sentani Resahkan Penumpang

Estimasi Baca:
Minggu, 5 Ags 2018 23:05:53 WIB

Kriminologi.id - Para penumpang pesawat udara yang berangkat dari Bandara Sentani, Jayapura, Provinsi Papua mengeluhkan adanya pungutan liar petugas pemeriksa keamanan di pintu masuk bandara. Para penumpang dimintai uang sebesar Rp 50 ribu di loket pemeriksaan X Ray.

"Petugas minta kami untuk urus surat karantina tapi dia katakan bisa bebas karantina dengan membayar biaya Rp 50 ribu ke petugas pemeriksa di dalam bandara," kata Marthen, salah satu penumpang asal Timika, Minggu, 5 Agustus 2018.

Marthen menjelaskan, ia diminta uang Rp 50 ribu petugas di loket pemeriksaan X Ray sebagai pengganti surat keterangan dari karantina. Saat itu, kata Marthen, ia membawa kantong berisi ikan asap yakni ikan Cakalang yang dikeringkan dengan cara diasap. Ia membawanya dari Jayapura.

Atas adanya pungutan liar ini, ia meminta kepada pihak otoritas Bandara Sentani, Jayapura maupun polisi setempat segera menertibkan praktik pungli agar tidak merugikan warga pengguna jasa penerbangan.

"Kami sering membawa ikan asap dari Jayapura tetapi tidak pernah ada aturan yang mengharuskan mengurus surat jaminan karantina. Mengapa sekarang ada aturan seperti itu, apalagi sampai meminta uang segala," ujar Marthen.

Ia mencurigai praktik pungli tersebut sudah berlangsung lama dan telah menelan banyak korban.

"Modus ini pasti sudah lama dan banyak penumpang menjadi korban, hanya saja tidak diungkap ke publik. Saya meyakini pihak otoritas bandara Sentani pasti mengetahui adanya praktik pungli tersebut. Mengapa ini terus dibiarkan atau tidak ditindak," kata Marthen menanyakan.

Sementara itu, pihak otoritas Bandara Sentani Jayapura belum bisa dikonfirmasi terkait adanya praktik pungli tersebut.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500