Pixabay.com

Pura-pura Tawari Ojek, 3 Pemuda Curi Ponsel Wisatawan Korsel di Bali

Estimasi Baca:
Kamis, 14 Jun 2018 21:30:16 WIB

Kriminologi.id - Seorang wisatawan asal Korea Selatan, Jung Yongho, menjadi korban penjambretan oleh tiga pemuda asal Bali masing-masing bernama Wayan Ade, Komang Slamet, dan Wayan Madya. Peristiwa penjambretan yang dilakukan oleh ketiga pemuda tersebut kepada Yongho dilakukan di depan Bounty Discotyc Jalan Legian.

“Ketiga pelaku sudah berhasil kami tangkap di seputar Jalan Legian Kuta. Dengan modus menawarkan jasa transportasi, para pelaku tanpa seizin korban mengambil telepon genggam milik korban,” kata Kapolsek Kuta, Komisaris Pol I Nyoman Wirajaya di Kuta, Bali, Kamis, 14 Juni 2018.

Nyoman menuturkan, penangkapan para tersangka dilakukan oleh tim opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kuta, Iptu Aan Saputra setelah mendapat laporan dari korban Jung Yongho bahwa telepon seluler hilang diambil seseorang di depan Bounty Discotyc, Legian, pada pukul 21.00 WITA.

Peristiwa pencurian bermula pada 7 Juni 2018. Saat itu korban baru selesai makan di Jalan Popis 2 menuju Jalan Legian Kuta untuk jalan-jalan. Sesampai di depan Bounty Discoutic, korban didekati tiga tersangka yang menawarkan jasa transportasi atau ojek sambil merangkul korban.

Pada saat beberapa meter dari TKP, korban hendak mengambil telepon genggam yang disimpan di saku depan kanan celananya, ternyata sudah tidak ada. Kemudian korban mencari orang yang sempat menawarinya transportasi tersebut. Namun, ternyata sudah tidak ada. Atas kejadian tersebut korban melapor ke Polsek Kuta.

Selanjutnya, pada 11 Juni 2018 pukul 16:30 WITA, tim opsnal mendapatkan Informasi keberadaan ketiga pelaku jambret tersebut. Tak butuh waktu lama, Kanit Reskrim Polsek Kuta bersama tim opsnal langsung melakukan penangkapan terhadap ketiganya.

"Kami lantas mengamankan ketiga pelaku ini dan selanjutnya dibawa ke Markas Polsek Kuta guna proses lanjut," katanya.

Kepada petugas, tersangka Wayan Ade mengakui telah mencuri ponsel korban di Jalan Legian tepatnya didepan Bounty Discoutyc. Wayan Ade melakukan pencurian tersebut bersama kedua temannya Komang Slamet dan Wayan Madya dengan peran berbeda-beda.

Untuk peran Komang Slamet dan Wayan Madya sebagai pengecoh konsentrasi korban, sedangkan tersangka Wayan Ade bertugas mengambil telepon genggam yang ada di saku depan celana korban.

Setelah itu, barang hasil curian dijual kepada orang lain dengan harga Rp 900 ribu, selanjutnya uang hasil pencurian itu dibagikan, di mana tersangka Wayan Ade mendapat bagian Rp 400 ribu dan tersangka Komang Slamet dan Wayan Madya masing-masing mendapat Rp 250 ribu.

"Kepada petugas ketiga pelaku mengaku hasil penjualan barang curian itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500