Lokasi penganiayaan pasangan suami istri oleh tetangga yang alami gangguan jiwa di taman pemakaman umum kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Putusan Dokter Bisa Bebaskan Juariah Penganiaya Tetangga Hingga Tewas

Estimasi Baca:
Kamis, 6 Sep 2018 11:45:03 WIB

Kriminologi.id - Juariah (33) pelaku penganiayaan yang menewaskan tetangganya sendiri bernama Sumarti (55) masih menjalani tes kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Putusan dokter ini bisa membebaskan Juariah dari jeratan hukum yang telah menantinya. Menurut polisi, jika yang yang bersangkutan positif gila maka kasus penganiayaan tersebut akan dihentikan.

"Kalau dokter menyatakan dia mengalami gangguan jiwa, kasus hukumnya gugur atau kami stop," kata Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede, AKP Supriyanto saat dikonfirmasi Kriminologi.id di Jakarta, Kamis, 6 September 2018.

Supriyanto mengatakan hingga kini pihaknya belum mendapat hasil dari kedokteran. "Masih dites. hasilnya belum keluar," ujarnya singkat.

Warga Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi menyebut Juariah mengalami gangguan jiwa setelah gagal menikah. Sebelumnya, Juariah pernah bekerja di pabrik konveksi.

"Hampir 10 tahun lalulah, dia pengen nikah, tapi calon lakinya itu malah nikah sama orang lain, dari kejadian itu dia mulai stress gitulah," kata salah satu tetangga Juariah berinisial AN kepada Kriminologi.id, Rabu, 5 September 2018.


Sejak gagal menikah, kepribadian Juariah mulai terlihat berbeda. Ia sering mengamuk bahkan mengejar-ngejar pedagang yang lewat di depan rumahnya. Pihak keluarga berusaha mengobati Juriah di daerah Rawa Lumbu, Bekasi Timur. Dari pengobatan itu, pribadi Juariah sedikit lebih baik.

"Sifatnya angot-angotan, kadang baik ya kadang marah-marah, sampai ada tukang gorengan jadi sasaran, kadang rumah tetangganya ditimpukin pake batu," kata AN.

Meski mengalami gangguan jiwa, dari segi penampilannya, Juariah terlihat normal. Warga kadang melihatnya Juariah datang ke masjid untuk salat berjamaah.

"Kagak keliatan kaya orang gila, baju rapi, kadang sholat, kalau mas yang liat pasti kaya orang normal, tapi kalau udah tahu aslinya mah agak ngeri juga," kata AN menambahkan.

Warga, kata AN, sudah mengetahui kapan Juariah kambuh. Bila tanda-tanda gangguan kejiwaannya muncul, warga segera menghindar.

"Kalau udah teriak-teriak kami udah tahu, wah itu udah kambuh nih, warga pada ngunci pintu aja," katanya.

Sumarti (55) tewas tergeletak di samping tempat pemakaman umum atau TPU Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin, 3 September 2018 usai menyelamatkan suaminya. Ia tewas setelah kepalanya dibenturkan ke batu nisan oleh Juariah (33) tetangganya sendiri.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500