Rekontruksi kasus penembakan jalan Pasteur, Bandung. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Rekonstruksi Penembakan Hani di Jalan Pasteur, Peragakan 15 Adegan 

Estimasi Baca:
Selasa, 4 Sep 2018 14:05:33 WIB

Kriminologi.id - Polisi menggelar rekonstruksi penembakan orang tidak dikenal terhadap Hani di Jalan Pasteur, Bandung, Jumat, 31 Agustus 2018. Rekontruksi tersebut untuk mengungkap motif dan menangkap pelaku penembakan.

Rekonstruksi digelar di Shelter Cafe & Bar pada Senin, 3 September 2018. Rekonstruksi juga dilakukan di lokasi penembakan di Jalan Pasteur, tepat sampung mal BTC atau sekitar 50 meter.

"Di cafe shelter ada sekitar 15 adegan. 14 di cafe, baik di halaman dan di dalam totalnya 14 adegan. Satu adegan di Jalan Pasteur," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Bandung, Selasa, 4 September 2018.

Ia menjelaskan, rekonstruksi yang dilakukan pihaknya untuk melengkapi dan memperkuat berkas penyidikan dan berita acara pemeriksaan atau BAP pada kasus tersebut. 

“Dari hasil rekonstruksi tersebut, terbukti ada dua kelompok yang terlibat perkelahian. Beberapa adegan menunjukkan adanya percekcokan antara kelompok korban dengan pengunjung lain di tempat hiburan Shelter,” kata Kombes Trunoyudo di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa, 4 September 2018.

Menurut Trunoyudo, korban penembakan Hani datang ke Cafe Shelter bersama temannya masing-masing bernama Bella, Mita, Salim dan Mahmudi. Saat itu, kelima orang tersebut masuk ke dalam café menempati sofa depan. 

Tak lama kemudian, datanglah kelompok lain masuk ke dalam café. Di situlah terjadi kericuhan yang awalnya dipicu karena saling bersenggolan. Percekcokan ini terungkap pada adegan pertama hingga ketiga. 

“Kelompok Hani duduk di sofa depan, lalu selang beberapa saat ada kelompok lain dan bersenggolan dengan kelompok Hani lalu cekcok,” ujar Trunoyudo.

Percekcokan antara kelompok Hani dan pengunjung lain tak begitu lama. Sebab, satpam café tersebut melerai percekcokan tersebut. Oleh satpam, kelompok Hani dan kelompok lain yang baru datang itu kemudian dikeluarkan dari dalam café. 

“Setelah di dalam cekcok, lalu di halaman cekcok lagi. Kelompok Hani memilih pergi dari Cafe Shelter. Hal itu sesuai dengan keterangan saksi yang disampaikan pada pukul 03.00 dini hari,” ujar Trunoyudo.

Namun demikian, kata Trunoyudo, pihaknya hingga kini belum bisa menyimpulkan atas insiden penembakan tersebut. Ia masih mendalami keterkaitan antara cekcok tersebut dengan insiden penembakan di Tol Pasteur. 

"Semuanya masih kami dalami," tuturnya.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Yoris Maulana, menjelaskan hasil dari rekontruksi semalam, akan menjadi bahan mengungkap siapa pelaku penembakan.

"CCTV di shelter akan kami dalami kembali untuk mendalami saat dua kelompok terjadi cekcok, dan ini akan kita kolaborasi dengan CCTV lainnya yang berjumlah delapan buah," ujarnya.

Saat ditanya perihal jenis senjata dari penemuan proyektil, Kasatreskrim enggan berkomentar. "Nanti saja tunggu hasil Puslabfor," terangnya.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500