Dok. Keris. Foto: Antara

Resahkan Warga, Anggota Sekte Ngaku Simpan Harta Peninggalan Soekarno

Estimasi Baca:
Rabu, 14 Mar 2018 21:25:50 WIB
Dalam penggerebekan itu petugas mengamankan 48 kotak yang dipercaya berisi harta karun berupa keris pusaka, wayang raksasa dan bendera. KelompokĀ itu percaya harta karun yang disimpannya dapat membayar utang negara

Kriminologi.id - Dua anggota kelompok kelompok United Nation World Trust International Orbit (UN Swissindo) bernama Sukriman (58) dan Nanu Hidayat (50) mengaku memiliki harta karun peninggalan Kerajaan Pajajaran dan mantan Presiden Soekarno. Harta karun tersebut dipercaya keduanya bernilai triliunan rupiah.

Akibat pengakuannya, kedua warga Kampung Datar Kubang, Desa Wangunjaya, itu diamankan oleh Muspika Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat, yang terdiri atas Kapolsek Naringgul, Koramil Naringgul dan Camat Naringgul. 

Baca: Kasus Nenek Cicih, Frustasi Hadapi Pemegang Kuasa Harta Warisan

Sutardi, Camat Naringgul, mengatakan pihaknya mengamankan kedua warganya di rumah salah satu pelaku Nanu. Rumah Nanu selama ini dijadikan tempat berkumpul anggota kelompok yang dipimpin oleh Kanjeng Maulana Hadi, seorang warga asal Banjaran, Bandung, Jawa Barat. 

Dari penangkapan keduanya, Muspika Kecamatan Naringgul mengamankan 48 kotak yang dipercaya berisi harta karun bernilai besar seperti keris pusaka, wayang raksasa dan bendera. Kelompok tersebut mempercayai harta karun yang disimpannya dapat membayar utang negara. 

"Bendera sekte tersebut berwarna hitam yang di bagian tengahnya terdapat burung garuda serta barang bukti lainnya. Benda tersebut dititipkan Kanjeung Maulana Hadi kepada kedua orang yang bertugas sebagai pengawas," kata Camat Naringgul Sutardi di Cianjur, Jawa Barat, Rabu, 14 Maret 2018. 

Lebih lanjut, Sutardi mengatakan, berdasarkan keterangan kedua orang anggota organisasi terlarang itu, mereka mendapatkan benda-benda yang disebutnya sebagai harta karun itu dari Kanjeung Maulana Hadi. Mereka dititipkan barang terebut baru beberapa hari lalu. 

Baca: Harta Ludes, Nenek 70 Tahun Tak Sadar Diperdaya Petugas PLN Gadungan

Menurutnya, kedua warga Naringgul itu hanya ikut-ikutan saja. Mereka tidak mengetahui maksud dan tujuan kelompok sekte tersebut. Meski begitu, seorang di antaranya rela mengizinkan rumahnya dijadikan tempat berkumpul bagi anggota sekte yang lain, sekaligus tempat penyimpanan harta karun tersebut.

"Informasi dari keduanya, benda-benda tersebut dipercaya dapat membayar hutang dan wayang raksasa yang disebut sebagai Satria Piningit yang dapat mengabulkan semua permintaan anggota sekte tersebut," katanya.

Karena aktivitas sekte tersebut, warga yang selama ini merasa curiga melaporkannya ke Mapolsek Naringgul dan Polsek Naringgul. Setelah melakukan musyawarah dengan Muspika setempat dan tokoh warga, akhirnya tim mendatangi rumah yang dijadikan tempat berkumpul kelompok itu.

Sementara itu, Kapolsek Naringgul melalui Kanit Bimas Bripka Pepen Supendi, mengatakan sejak jauh hari pihaknya sudah mendapat informasi dari warga terkait adanya kegiatan sekelompok orang yang mencurigakan bahkan disebut warga sebagai aliran sesat.

Baca: Modus Kiai Gadungan, Pelaku Ceramahi Lalu Rampas Harta Korban

Setelah melakukan penyelidikan dan mendapati hal yang mencurigakan, pihaknya bersama Muspika Naringgul, mendatangi rumah tersebut dan mengamankan dua orang anggota sekte UN-SWISSINDO serta mengamankan barang bukti.

"Kami akan melakukan pengembangan dan meminta keterangan keduanya terkait aliran yang mereka ikuti. Keduanya hanya mengaku sebagai pengawas barang titipkan dari ketua sekte tersebut. Barang bukti sudah kami amankan di Mapolsek Naringgul," kata Bripka Pepen. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500