Dok. Kapitra Ampera. Foto: Kapitra Ampera/Facebook

Rumah Dilempar Molotov, Kapitra Ampera Terima Ancaman Berupa Meme

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 21:00:26 WIB

Kriminologi.id - Pengacara Kapitra Ampera yang rumahnya dilempar molotov mengaku sering menerima ancaman. Ancaman itu masuk melalui ponselnya dan telah ditunjukkan kepada polisi.

"Beliau menunjukkan beberapa. Bentuknya berupa berita broadcast sama meme-meme," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar, Rabu, 8 Agustus 2018. 

Rumah kapitra ampera dilempar molotov

Indra mengatakan, polisi kini tengah memeriksa pesan-pesan yang disebut Kapitra sebagai teror tersebut.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah ada keterkaitan antara pengiriman pesan tersebut dengan pelemparan molotov di rumah Kapitra.

"Mungkin sifat pesannya berupa berita-berita yang merasa tidak senang atau tidak puas dengan beliau. Mungkin mereka tidak senang dengan pernyataan atau ujaran beliau," katanya.

Namun demikian, kata Indra, polisi hingga kini belum menemukan keterkaitan pesan-pesan tersebut dengan pelemparan molotov. 

"Tapi mungkin beliau menujukkan itu memang ada keterkaitannya. Bisa jadi kan seperti itu. Tapi kan harus kami dalami dulu sampai ketemu siapa pelakunya baru bisa dikaitkan dengan temuan lainnya," ujar Indra.

Rumah kapitra ampera dilempar molotov

Sebelumnya diberitakan, rumah kediaman Kapitra Ampera yang terletak di Jalan Tebet Timur Dalam VIII, Nomor 16, RT 02 RW 09, Tebet, Jakarta Selatan menjadi sasaran pelemparan bom molotov pada Senin, 6 Agustus 2018 sekitar pukul 18:15 malam.

Aksi pelemparan bom molotov itu terjadi saat Kapitra tak berada di rumah karena sedang melaksanakan salat di mushola Al-Itihad. 

Pelemparan molotov itu diketahui oleh Yanti (30), asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Bakal Calon Legislatif dari PDI Perjuangan tersebut.

Kapitra mengaku tahu rumahnya dilempar molotov setelah diberi tahu istrinya, Yosandra (51). Berdasarkan rekaman CCTV di rumah Kapitra, pelaku diduga ada 4 orang yang berboncengan dua motor. 

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500