Sebelum Dibunuh Sang Kekasih, Ali Rahman Sempat Buat Paspor

Estimasi Baca :

Ali Rahman penjaga toko korban pembunuhan. Foto: Ist/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ali Rahman penjaga toko yang jadi korban pembunuhan sang kekasih. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Ali Rahman (33), korban pembunuhan yang dilakukan kekasih prianya, Petrus Paulus Uluabun (21) ternyata tidak terlalu dikenal oleh lingkungan rumahnya. Ia diketahui jarang pulang ke rumahnya yang beralamat di Jalan Swasembada Barat V, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kriminologi.id menelusuri alamat yang tertera di kartu tanda penduduk (KTP) milik Ali Rahman tersebut, Selasa, 17 April 2018. Pantauan di sekitar rumah keluarga koban nampak ditinggalkan penghuni. 

Menurut tetangga Ali yang bernama Rudi, alamat yang tertera di KTP Ali merupakan rumah kakak korban yang bernama Arif. Ali diketahui jarang pulang ke rumah kakaknya tersebut.

"Dia jarang ke sini mas. Jadi orang sini ga ada yang tau dia orangnya kaya gimana. Setau saya dia ngekos," ujar Rudi kepada Kriminologi.id, Selasa, 17 April 2018.

Rumah Ali Rahman korban pembunuhan di Kebon bawah Jakarta Utara. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id
Rumah Ali Rahman korban pembunuhan di Kebon bawah Jakarta Utara. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Namun, Rudi membenarkan jika dahulu Ali sempat tinggal di wilayah itu. Ali diketahui tinggal di wilayah itu sejak lahir dan menginjak umur remaja, Ali pun pindah ke tempat lain. 

"Dia tuh kecilnya di sini. Pas masuk SMA dia sudah pindah, jadi kita ga tau pasti dia orangnya kaya gimana.  Pindahnya sudah lama sekali. Kakanya tinggal di sini dan orang tuanya di Tanggerang, " tuturnya. 

Bulan Maret lalu, lanjut Rudi, merupakan kali terakhir dia melihat Ali. Saat itu Ali datang ke rumah kakaknya untuk membuat paspor. Namun Rudi mengaku tidak tidak mengetahui Ali menggunakan paspor itu untuk pergi ke luar negeri atau untuk keperluan lain.

"Maret lalu saya terakhir ketemu dia. Dia katanya mau buat paspor. Mungkin mau kerja ke luar negeri," kata Rudi. 

Ia mengaku kaget ketika mendengar kabar bahwa Ali tewas pada malam kemarin.  Menurut penuturanya, kemarin malam banyak aparat kepolisian yang mendatangi rumah Arif karena alamat yang tertera di KTP Ali. 

Rudi juga mengakui jika pihak keluarga Ali di rumah itu terlihat kaget dan bingung saat kepolisian menyambangi rumahnya. Menurut Rudi, saat Arif beserta keluarga sudah berada di Rumah Sakit Polri Kramatjati guna melihat jenazah adiknya itu. 

Sebelumnya Ali Rahman ditemukan tewas  di Gang Waru, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur pukul 20.00 WIB, Senin, 16 April 2018. Korban tewas karena dianiaya Petrus Paulus karena motif sakit hati dan balas dendam. 

Aparat Polres Jakarta Timur pun langsung menangkap Petrus Paulus yang diciduk di rumahnya yang beralamat di Jalan Raya Serang, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, sekitar puku 06.45 WIB, Selasa, 17 April 2018. Hinggga saat ini,  tersangka pembunuhan masih diamankan di Mapolres Metro Jakarta Timur. AS

Baca Selengkapnya

Home Hard News Umum Sebelum Dibunuh Sang Kekasih, Ali Rahman Sempat Buat Paspor

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu