Lokasi tewas di Masjid Istiqlal Jakarta (10/08/2018). Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Sebelum Tewas di Masjid Istiqlal, Fahrur Sempat Salat Duha

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 20:10:20 WIB

Kriminologi.id - Ahmad Fahrur, pemuda berusia 18 tahun ditemukan tewas usai terjatuh di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pada Kamis, 9 Agustus 2018. Polisi menyebut pemuda itu tewas karena terjatuh dari lantai 3.

Menurut Yeni, salah seorang pengunjung di Masjid Istiqlal, sebelum ditemukan terjatuh itu, Fahrur sempat menunaikan salat duha.

"Kejadiannya siang. Kata teman saya yang ngeliat langsung, sebelum jatuh dia (Fahrur) salat dhuha dulu," kata Yeni saat berbincang dengan Kriminologi.id di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat 10 Agustus 2018.

Detik-detik Fahrur terjatuh tak disaksikan oleh jemaat atau pengunjung Masjid Istiqlal. Diduga kejadian ia terjatuh berlangsung cepat dan tak tertolong.

Taufik, salah satu petugas penitipan sendal di Masjid Istiqlal mengatakan, Fahrur diduga melompat dari lantai tiga Masjid Istiqlal. Pemuda itu melewati pembatas tangga yang tingginya sekitar kurang lebih 60 centimeter.

"Dia jatuhnya tengkurap, kepalanya sempat kena blower AC. Blower AC penyok," ujarnya.

Pantauan Kriminologi.id, Fahrur yang berasal dari Demak, Jawa Tengah itu terjatuh di sisi kanan tangga utama yang terletak di pintu utama Masjid Istiqlal. Terlihat garis polisi seluas 1x4 meter membentang di lokasi kejadian.

Bercak darah yang sudah kering dan menghitam masih menempel di lantai. Beberapa petugas sebelumnya telah menutup darah tersebut dengan kardus bekas.

Taufik mengatakan, pengunjung masjid sempat mengira jika bunyi dentuman dari lokasi tewasnya korban merupakan bunyi benda yang terjatuh. Namun setelah dilihat, terdapat sesosok pria dengan posisi tengkurap berada di samping tangga.

Saat ditemukan, kondisi Fahrur pun terbilang mengenaskan. "Bagian mukanya robek, berlumuran darah," katanya melanjutkan.

Menurut Taufik, korban masih bernafas saat dievakuasi petugas ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sayangnya, nyawa Fahrur tak dapat diselamatkan karena kehabisan darah.

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Mirzal Maulana mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap tubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. 

"Korban juga tidak dibawah pengaruh narkoba atau minuman alkohol. Intinya ini masih kami selidiki," ujarnya di hari yang sama. MG | RZ

Reporter: Walda Marison
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500