Suasana rumah Herdi Sibolga di Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Rizky Adytia/Kriminologi.id

Sebelum Tewas, Herdi Sibolga Renov Rumah Rp 300 Juta dan Pasang CCTV

Estimasi Baca:
Rabu, 1 Ags 2018 13:35:29 WIB

Kriminologi.id - Herdi Sibolga ditemukan tewas ditembak di Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi menyebut pembunuhan Herdi dilatari persaingan bisnis solar. Warga di sekitar tempat tinggal menyebutkan, gaya hidup Herdi Sibolga meningkat sebelum peristiwa pembunuhan itu.

Kriminologi.id kembali mendatangi kediaman Herdi Sibolga yang terletak di Jalan Jelambar Aladin, RT.3 RW.6, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari sejumlah warga, Herdi sebelumnya diketahui memiliki kehidupan dengan ekonomi pas-pasan. Namun pada beberapa bulan terakhir sebelum pembunuhan itu terjadi, kondisi keuangan keluarga Herdi tampak meningkat.

Salah seorang warga bernama Hamidi mengakui,perekonomian keluarga Herdi mulai meningkat sejak enam bulan lalu.

Hamidi menyebutkan, meningkatnya perekonomian keluarga Herdi terlihat dari sejumlah perubahan di rumah berlantai dua tempat tinggal keluarga Herdi yang direnovasi dan menghabiskan biaya yang cukup banyak.

Dari informasi yang didengar dirinya dari beberapa tetangga, biaya renovasi rumah itu menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah.

Renovasi rumah yang disebut oleh Hamidi itu seperti penambahan pintu pagar yang menutupi bagian depan rumah, pemasangan dua kamera pengawas CCTV dan beberapa pada bagian dalam rumah.

"Iya sekitar enam bulan lalu lah tapi bisa lebih juga saya lupa pastinya, dia renovasi rumah sampai 300 juta," kata Hamidi ditemui di lokasi, Rabu 1 Agustus 2018.

Selain itu, Hamidi juga menyebut bahwa usai merenovasi rumah, keluarga Herdi juga diketahui membeli berbagai perabotan rumah baru, mulai dari barang elektronik hingga lainnya.

Ketua RT setempat bernama Anto mengatakan hal yang sama dengan Hamidi. Namun, saat disinggung mengenai apakah ekonomi keluarga Herdi meningkat lantaran bekerja di perizinan kapal, Anto mengaku tak mengetahui hal itu.

Anto hanya mengatakan bahwa Herdi telah belasan tahun tinggal di lokasi padat penduduk itu dan telah bekerja di perizinan kapal sejak dirinya mengenalnya. 

"Iya emang sempat renovasi rumah, kalau ekonominya meningkat saya nggak tahu ya. Kan dianya juga jarang ngobrol sama kita," kata Anto.

Penembakan terhadap Herdi Sibolga terjadi pada Jumat, 20 Juli 2018. Ia tewas setelah ditembak oleh dua orang berboncengan motor yang menghampirinya saat ia baru saja memarkirkan mobilnya.

Polisi menangkap empat orang pelaku penembakan yaitu AS (41) sebagai eksekutor, JS (36) sebagai joki, PWT (32) dan SM (41). Keempatnya diupah Rp 400 juta untuk membunuh Herdi. RZ

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500