Tersangka kasus perampokan Rumah Potong Hewan (RPH) di kawasan Cibodas, Kota Tangerang. Foto: Rizky Adytia/Kriminologi.id

Security RPH Terlibat Perampokan Gudang, Tergiur Dapat Rp 100 Juta

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 14:35:09 WIB

Kriminologi.id - Firmansyah (38) seorang security terlibat dalam perampokan Rumah Potong Hewan atau RPH di kawasan Cibodas, Kota Tangerang, Kamis, 9 Agustus 2018 dini hari. 

Dalam keterangannya kepada wartawan, Firmansyah mengaku tergiur dengan janji mendapatkan uang Rp 100 juta jika mau memuluskan aksi perampokan tersebut. 

"Dari hasil ini belum tahu bakal dapet berapa tapi dijanjiin Rp 100 juta," ucap Firmansyah di Rumah Potong Hewan (RPH), Cibodas, Tangerang, Jumat 10 Agustus 2018.

Firman menuturkan dirinya terpaksa melakukan perbuatan tersebut demi membahagiakan istri dan anaknya. Rencananya jatah uang hasil rampokan itu akan diberikan kepada istrinya untuk memuhi kebutuhan keluarga. 

"Hampir tujuh tahun hidup pas-pasan," ujarnya. 

Firmansyah yang merupakan security RPH itu diketahui memiliki peran sebagai orang yang memberikan informasi atau menggambar keadaan lokasi. 

Melalui security ini juga para perampok mengetahui penyimpanan brankas uang di perusahaan tersebut. 

Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara hubungan antara Firmansyah dengan enam tersangka lainnya hanya sebatas teman.

Namun, pihaknya hingga saat ini masih mendalami keterangan para pelaku. Harry menyebutkan kalau pelaku perampokan itu merupakan komplotan spesialis pencuri gudang.

"Terkait masalah Firman, apakah yang bersangkutan direkut sebagai penggambar di sini masih kita periksa," kata Harry.

Seperti diketahui kawanan rampok bersenjata api atau senpi menyekap dua karyawan di Rumah Potong Hewan atau RPH di Panunggangan Barat, Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Kamis, 9 Agustus 2018.

Dua karyawan itu adalah petugas kasir yang sedang menghitung uang hasil penjualan. Usai melumpuhkan dua kasirnya, perampok kabur dengan menggasak uang tunai Rp 900 juta.

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500